Ada Militer Neo-Nazi Bernama Batalion Azov di Ukraina, tapi Barat Bungkam
Senin, 28 Februari 2022 - 11:56 WIB
Meskipun dalam beberapa tahun terakhir telah mengecilkan simpati neo-Nazi, afinitas kelompok itu tidak halus. Faktanya, tentara Azov berbaris dan berlatih mengenakan seragam yang membawa ikon Third Reich.
Kepemimpinannya juga dilaporkan telah mendekati elemen "alt-right" dan neo-Nazi Amerika.
Pada tahun 2010, komandan pertama Batalion Azov yang juga mantan anggota Parlemen Ukraina, Andriy Biletsky, menyatakan bahwa tujuan nasional Ukraina adalah; "Untuk memimpin ras kulit putih dunia dalam perang salib terakhir melawan Untermenschen [subhumans] yang dipimpin Semit.”
Ketika pasukan Rusia dilaporkan bergerak cepat menyerang target-target di seluruh Ukraina, pendekatan moderasi Facebook dikritik keras karena membiarkan platoformnya menjadi tempat Batalion Azov, kelompok yang berbahaya, untuk eksis.
Menurut materi kebijakan internal yang ditinjau oleh The Intercept; "Facebook akan memungkinkan pujian dari Batalion Azov ketika secara eksplisit dan eksklusif memuji peran mereka dalam membela Ukraina atau peran mereka sebagai bagian dari Garda Nasional Ukraina.”
Contoh pidato yang dipublikasikan secara internal yang sekarang dianggap dapat diterima oleh Facebook termasuk "Relawan gerakan Azov adalah pahlawan sejati, mereka adalah dukungan yang sangat dibutuhkan untuk garda nasional kita”.
"Kami sedang diserang. Azov telah dengan berani membela kota kami selama 6 jam terakhir," bunyi pujian lain terhadap kelompok tersebut.
"Saya pikir Azov memainkan peran patriotik selama krisis ini," tulis pengguna Facebook lainnya.
Kepemimpinannya juga dilaporkan telah mendekati elemen "alt-right" dan neo-Nazi Amerika.
Pada tahun 2010, komandan pertama Batalion Azov yang juga mantan anggota Parlemen Ukraina, Andriy Biletsky, menyatakan bahwa tujuan nasional Ukraina adalah; "Untuk memimpin ras kulit putih dunia dalam perang salib terakhir melawan Untermenschen [subhumans] yang dipimpin Semit.”
Ketika pasukan Rusia dilaporkan bergerak cepat menyerang target-target di seluruh Ukraina, pendekatan moderasi Facebook dikritik keras karena membiarkan platoformnya menjadi tempat Batalion Azov, kelompok yang berbahaya, untuk eksis.
Menurut materi kebijakan internal yang ditinjau oleh The Intercept; "Facebook akan memungkinkan pujian dari Batalion Azov ketika secara eksplisit dan eksklusif memuji peran mereka dalam membela Ukraina atau peran mereka sebagai bagian dari Garda Nasional Ukraina.”
Contoh pidato yang dipublikasikan secara internal yang sekarang dianggap dapat diterima oleh Facebook termasuk "Relawan gerakan Azov adalah pahlawan sejati, mereka adalah dukungan yang sangat dibutuhkan untuk garda nasional kita”.
"Kami sedang diserang. Azov telah dengan berani membela kota kami selama 6 jam terakhir," bunyi pujian lain terhadap kelompok tersebut.
"Saya pikir Azov memainkan peran patriotik selama krisis ini," tulis pengguna Facebook lainnya.
Lihat Juga :