Senjata Nuklir Rusia Lebih Banyak, Pakar Bilang AS Harus Khawatir
Jum'at, 28 Januari 2022 - 16:19 WIB
"Sejak mantan Presiden Barack Obama menandatangani Perjanjian New START dengan Moskow pada tahun 2011, Rusia tidak hanya mampu memodernisasi persenjataan senjata nuklir mereka-terutama senjata nuklir non-strategis mereka (nuklir jarak menengah)," katanya.
“Tetapi mereka telah mampu mengungguli Amerika yang kebijakan senjata nuklirnya sejak akhir Perang Dingin setengah hati, kurang visi, dan berdasarkan gagasan utopis bahwa perang nuklir akan membunuh semua orang."
"Jadi, lebih baik mengabaikan senjata nuklir dan tidak berinvestasi dengan benar dalam pemeliharaan dan perluasannya agar kita tidak mengalami perang nuklir," paparnya.
New START adalah perjanjian pengurangan senjata nuklir yang ditandatangani antara Rusia dan AS pada tahun 2010.
Nama resminya adalah Measures for the Further Reduction and Limitation of Strategic Offensive Arms [Tindakan untuk Pengurangan Lebih Lanjut dan Pembatasan Senjata Serangan Strategis].
Perjanjian ini menempatkan batasan pada senjata strategis Rusia, termasuk senjata nuklir jarak antarbenua.
Tetapi Weichert tampaknya tidak berpikir bahwa perjanjian itu menahan potensi berkembangnya senjata nuklir Rusia.
Dia memperingatkan bahwa ada ancaman lain juga. "Masalah sebenarnya, adalah senjata nuklir non-strategis Rusia," katanya.
“Sistem ini jarak menengah dan secara tradisional digunakan di tingkat taktis," ujarnya.
“Tetapi mereka telah mampu mengungguli Amerika yang kebijakan senjata nuklirnya sejak akhir Perang Dingin setengah hati, kurang visi, dan berdasarkan gagasan utopis bahwa perang nuklir akan membunuh semua orang."
"Jadi, lebih baik mengabaikan senjata nuklir dan tidak berinvestasi dengan benar dalam pemeliharaan dan perluasannya agar kita tidak mengalami perang nuklir," paparnya.
New START adalah perjanjian pengurangan senjata nuklir yang ditandatangani antara Rusia dan AS pada tahun 2010.
Nama resminya adalah Measures for the Further Reduction and Limitation of Strategic Offensive Arms [Tindakan untuk Pengurangan Lebih Lanjut dan Pembatasan Senjata Serangan Strategis].
Perjanjian ini menempatkan batasan pada senjata strategis Rusia, termasuk senjata nuklir jarak antarbenua.
Tetapi Weichert tampaknya tidak berpikir bahwa perjanjian itu menahan potensi berkembangnya senjata nuklir Rusia.
Dia memperingatkan bahwa ada ancaman lain juga. "Masalah sebenarnya, adalah senjata nuklir non-strategis Rusia," katanya.
“Sistem ini jarak menengah dan secara tradisional digunakan di tingkat taktis," ujarnya.
Lihat Juga :