Ebrahim Raisi: Iran dan Rusia Dapat Bersama-sama Melawan AS

Kamis, 20 Januari 2022 - 17:00 WIB
Sementara itu Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan Moskow mengharapkan kunjungan Raisi menghasilkan "inventaris hubungan", mengingat perubahan kepemimpinan Iran.

Dukungan Rusia untuk Iran selama pembicaraan Wina, termasuk sikap keras Teheran tentang perlunya mencabut sanksi terhadap Republik Islam, telah memperkuat hubungan antara kedua negara. Sesaat sebelum kunjungan, media melaporkan bahwa kedua belah pihak merencanakan kerja sama militer-teknis lebih lanjut, termasuk kemungkinan kontrak USD10 miliar untuk pembelian peralatan militer Rusia.

Situasi di Iran telah memburuk sejak Donald Trump menjadi presiden AS pada 2017. Presiden AS ke-45 itu meninggalkan perjanjian nuklir 2015 yang diperoleh dengan susah payah, yang ditandatangani antara Teheran dan AS bersama Rusia, China, Inggris, Prancis dan Jerman.

Tidak hanya itu, Trump juga memberlakukan kembali sanksi keras terhadap Teheran di bawah apa yang disebutnya sebagai kampanye "tekanan maksimum".

Sanksi pertama pembatasan mempengaruhi sektor otomotif Iran, serta pasar emas dan logam lainnya. Yang kedua melarang Iran mengekspor bahan mentah hidrokarbon apa pun dan menghalangi transaksi yang terkait dengan Bank Sentral Iran.

Baca juga: Ancam Iran, Israel Tembakkan Sistem Rudal Arrow 3 yang Lebih Hebat dari Iron Dome

Pada November 2018, Iran terputus dari sistem perbankan SWIFT. Sanksi lebih lanjut membatasi pasokan sejumlah logam, batu bara, dan peralatan industri ke Teheran.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!