Setelah Nikaragua Beralih, China: Sekutu Taiwan akan Menjadi Nol
Rabu, 19 Januari 2022 - 09:25 WIB
AS sangat mendukung China dalam perjuangannya melawan pendudukan Jepang selama Perang Dunia II, tapi Taiwan akhirnya kalah dalam perang saudara yang dimenangkan Tentara Merah komunis hingga menguasai seluruh daratan China dan mendirikan Republik Rakyat China di Beijing pada 1949.
Namun, karena tidak dapat menyerang Taiwan, China telah telah dipaksa untuk mentolerir kelanjutan keberadaan negara bagian Taiwan. China menganggap Taiwan sebagai provinsi China yang memberontak.
Butuh waktu hingga 1979 sebelum AS mengalihkan pengakuannya terhadap pemerintah China dari Taipei ke Beijing, menyusul serangkaian perjanjian di mana Washington mengakui RRC sebagai pemerintah yang sah dari seluruh China dan berjanji mengakhiri dukungannya terhadap Taiwan.
Meskipun demikian, AS melanjutkan dukungan informal untuk Taiwan, menjual senjata dan memberikan perlindungan diplomatik di panggung internasional.
Di forum tersebut, Le menyerang kemunafikan AS. “Amerika Serikat juga terus mengatakan bahwa mereka akan mematuhi (kebijakan) satu-China, tetapi dalam tindakan, mereka mendukung kemerdekaan Taiwan, terus-menerus mengikis kedaulatan China … mengirim penasihat militer ke Taiwan, dan mengirimkan senjata canggih ke Taiwan,” ujar dia.
Le mengatakan takdir Taiwan adalah untuk bersatu kembali dengan China daratan. Dia memperingatkan kebijakan kemerdekaan Taiwan adalah “bermain dengan api” dan menyebutnya sebagai “sekering” yang harus ditentang keras.
Namun, karena tidak dapat menyerang Taiwan, China telah telah dipaksa untuk mentolerir kelanjutan keberadaan negara bagian Taiwan. China menganggap Taiwan sebagai provinsi China yang memberontak.
Butuh waktu hingga 1979 sebelum AS mengalihkan pengakuannya terhadap pemerintah China dari Taipei ke Beijing, menyusul serangkaian perjanjian di mana Washington mengakui RRC sebagai pemerintah yang sah dari seluruh China dan berjanji mengakhiri dukungannya terhadap Taiwan.
Meskipun demikian, AS melanjutkan dukungan informal untuk Taiwan, menjual senjata dan memberikan perlindungan diplomatik di panggung internasional.
Di forum tersebut, Le menyerang kemunafikan AS. “Amerika Serikat juga terus mengatakan bahwa mereka akan mematuhi (kebijakan) satu-China, tetapi dalam tindakan, mereka mendukung kemerdekaan Taiwan, terus-menerus mengikis kedaulatan China … mengirim penasihat militer ke Taiwan, dan mengirimkan senjata canggih ke Taiwan,” ujar dia.
Le mengatakan takdir Taiwan adalah untuk bersatu kembali dengan China daratan. Dia memperingatkan kebijakan kemerdekaan Taiwan adalah “bermain dengan api” dan menyebutnya sebagai “sekering” yang harus ditentang keras.
(sya)
Lihat Juga :