Iran Sanksi 52 Orang AS atas Pembunuhan Soleimani, Ini Reaksi Amerika
Senin, 10 Januari 2022 - 09:27 WIB
"Sebagai orang Amerika, kami memiliki perbedaan pendapat tentang politik. Kami memiliki perbedaan pendapat tentang kebijakan Iran. Tapi kami bersatu dalam tekad kami melawan ancaman dan provokasi," lanjut Sullivan.
Mayor Jenderal Qassem Soleimani—komandan Pasukan Quds Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran—dibunuh AS dengan serangan drone di Baghdad, Irak, 3 Januari 2020. Pembunuhan ini atas perintah presiden Amerika kala itu, Donald Trump.
Sullivan menegaskan jaminan keselamatan puluhan warga AS yang dijatuhi sanksi oleh Teheran.
"Kami akan bekerja dengan sekutu dan mitra kami untuk mencegah dan menanggapi setiap serangan yang dilakukan oleh Iran. Jika Iran menyerang salah satu warga negara kami, termasuk salah satu dari 52 orang yang disebutkan namanya kemarin, itu akan menghadapi konsekuensi yang berat," ujarnya.
Daftar mereka yang terkena sanksi Iran termasuk mantan dan pejabat aktif AS, baik diplomatik maupun militer, seperti Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Mark Milley, mantan penasihat keamanan nasional Gedung Putih Robert O'Brien, dan mantan duta besar AS untuk PBB, Nikki Haley.
Mayor Jenderal Qassem Soleimani—komandan Pasukan Quds Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran—dibunuh AS dengan serangan drone di Baghdad, Irak, 3 Januari 2020. Pembunuhan ini atas perintah presiden Amerika kala itu, Donald Trump.
Sullivan menegaskan jaminan keselamatan puluhan warga AS yang dijatuhi sanksi oleh Teheran.
"Kami akan bekerja dengan sekutu dan mitra kami untuk mencegah dan menanggapi setiap serangan yang dilakukan oleh Iran. Jika Iran menyerang salah satu warga negara kami, termasuk salah satu dari 52 orang yang disebutkan namanya kemarin, itu akan menghadapi konsekuensi yang berat," ujarnya.
Daftar mereka yang terkena sanksi Iran termasuk mantan dan pejabat aktif AS, baik diplomatik maupun militer, seperti Ketua Kepala Staf Gabungan Jenderal Mark Milley, mantan penasihat keamanan nasional Gedung Putih Robert O'Brien, dan mantan duta besar AS untuk PBB, Nikki Haley.
Lihat Juga :