Kanada Serukan Front Persatuan untuk Hadapi China

Minggu, 26 Desember 2021 - 21:10 WIB
Trudeau mengatakan ada beberapa isu global, seperti perubahan iklim, bahwa Kanada harus terus bekerja sama dengan China. Tetapi untuk bersaing dengan China secara ekonomi, semua negara yang berpikiran sama harus bekerja sama, berkoordinasi, dan“menunjukkan front persatuan.

Hubungan Kanada yang sudah buruk dengan China mencapai titik terendah baru bulan ini, setelah Ottawa bergabung dengan boikot diplomatik yang dipimpin Amerika Serikat (AS) pada Olimpiade Beijing 2022. Mengulangi retorika dari Washington dan Canberra, Trudeau menuduh China melakukan pelanggaran hak asasi manusia yang berulang atas dugaan penganiayaan terhadap Muslim Uighur, yang memicu teguran keras dari Beijing.

Baca juga: Bertambah, Negara yang Memboikot Olimpiade Musim Dingin Beijing

“Berpegang teguh pada mentalitas Perang Dingin dan prasangka ideologis, Kanada dan segelintir negara barat ikut campur dalam urusan internal negara lain dengan dalih hak asasi manusia dalam upaya untuk mengganggu dan menahan proses pembangunan mereka,” kata Kedutaan Besar China di Kanada.

"Kanada sama sekali tidak memenuhi syarat untuk menjadi 'pengkhotbah hak asasi manusia' dan tentu saja tidak dalam posisi untuk menghakimi China di depan ini," sambung pernyataan itu.
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!