Perang Pecah di Eropa, Negara Baltik Akan Dimusnahkan

Minggu, 19 Desember 2021 - 14:42 WIB
Pekan lalu, Menteri Energi Lituania Dainius Kreivys dengan bangga mengumumkan bahwa negara-negara Baltik berada di jalur yang benar untuk sepenuhnya memisahkan diri dari jaringan listrik Rusia pada tahun 2025. Para pengamat memperkirakan bahwa langkah seperti itu akan semakin meningkatkan harga listrik untuk konsumen domestik.

Baca juga: Helikopter Mi-8 Ukraina Dituding Langgar Wilayah Udara Belarus

Baltik bergabung dengan NATO pada tahun 2004, membawa serta prospek pasukan AS hanya 115 km dari St. Petersburg, kota kedua Rusia. Dalam sepasang rancangan proposal perjanjian yang disampaikan kepada diplomat AS minggu ini secara eksplisit menguraikan 'garis merah' keamanan Rusia, Moskow secara eksplisit menyebutkan kawasan Baltik sebagai area di mana Rusia dan Barat harus terlibat dalam dialog dan interaksi untuk mencegah insiden di dan di atas laut lepas daerah tersebut.

Para pejabat Rusia telah berulang kali memperingatkan negara-negara Eropa Timur yang bersekutu dengan Amerika Serikat yang menjadi tuan rumah infrastruktur militer NATO yang ofensif bahwa wilayah mereka akan menjadi sasaran jika terjadi konflik.

Pada 2019, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa Moskow akan dipaksa untuk menempatkan negara-negara Eropa mana pun yang setuju untuk menjadi tuan rumah senjata nuklir AS di garis bidik misilnya.

Baca juga: Belarusia Ingin Pasang S-400 Rusia, Alasannya Mengejutkan
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!