Eks Bos CIA Desak Biden Pulihkan Ketakutan Iran Akan Serangan AS

Minggu, 19 Desember 2021 - 02:55 WIB
Mantan Wakil Menteri Pertahanan untuk Kebijakan Michele Flournoy, seorang pejabat tinggi dalam pemerintahan Barack Obama, juga mendukung surat itu seperti yang dilakukan mantan Ketua Komite Urusan Luar Negeri DPR, Howard Berman.

Pembicaraan menemui jalan buntu pada hari Jumat setelah Iran menghentikan diskusi yang sedang berlangsung di Wina selama berbulan-bulan setelah Teheran memilih presiden baru.

Baca juga: Netanyahu: Kesalahan Besar Jika Israel Beri Tahu AS sebelum Serang Iran

Pemerintah garis keras baru Iran, Ebrahim Raisi, menuntut pencabutan semua sanksi sebelum kembali mematuhi kesepakatan yang diharapkan dapat dimasuki kembali oleh pemerintah Biden, yang dikenal sebagai JCPOA.

Utusan Khusus AS untuk Iran, yang memimpin delegasi di Wina, akan kembali ke Washington sebagai tanda bahwa pembicaraan tidak akan dilanjutkan dalam beberapa hari mendatang.

Sementara Biden dan timnya telah berulang kali mengatakan waktu untuk pembicaraan tidak berakhir, mereka terpaksa menunggu selama hampir satu tahun karena Iran terus meningkatkan program nuklirnya, yang diklaimnya untuk penggunaan non-militer.

Surat hari Jumat untuk Gedung Putih mengatakan tantangannya sekarang adalah bagaimana mengembalikan kredibilitas AS di mata para pemimpin Iran.

"Kata-kata—termasuk rumusan yang lebih runcing dan langsung daripada 'semua opsi ada di atas meja'—juga diperlukan tetapi tidak cukup," bunyi surat itu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!