BAKN DPR-Parlemen Kenya Diskusi Soal Mekanisme Pengawasan Keuangan Negara

Rabu, 01 Desember 2021 - 14:08 WIB
Dalam sambutannya di hadapan Ketua dan anggota PAC, baik yang hadir secara fisik maupun secara virtual, Anis Byarwati menjelaskan bahwa tujuan kunjungannya ke Parlemen Kenya adalah untuk mengetahui lebih jauh sistem kerja dari Public Account Committee Kenya serta mekanisme kerja yang dibangun antara PAC dengan lembaga Kantor Auditor-General Kenya atau semacam Badan Pemeriksa Keuangan Negara atau BPK RI.

Pada kesempatan tersebut, Ketua PAC James Opiyo Wandayi menjelaskan peran dan fungsi serta kiprah dari lembaga yang dipimpinnya. Menurut Wandayi, PAC memiliki pengaruh yang cukup kuat. Hal ini tercermin dari komposisi keanggotaan di PAC, yang anggotanya berasal dari berbagai partai politik, namun ketuanya selalu disepakati berasal dari partai oposisi. Demikian pula dari segi jumlah anggota PAC, dimana partai oposisi lebih besar.

Selain itu, PAC juga dapat memberikan rekomendasi agar pejabat-pejabat pemerintah yang dianggap mengelola keuangan negara secara tidak bertanggung jawab untuk tidak saja diberhentikan dari jabatannya tetapi juga ditutup aksesnya untuk dapat diangkat sebagai pejabat publik.

Baca juga: Peragaan Batik Digelar di Kenya, Galang Dana untuk Panti Asuhan

Perbedaan lain antara BAKN DPR dengan PAC Parlemen Kenya adalah dari segi jumlah anggota. Jika BAKN DPR memiliki 9 anggota yang mewakili 9 fraksi di DPR maka PAC memiliki 19 anggota. Di samping itu, PAC sudah memiliki gedung sendiri yang besar dan memiliki tiga lantai.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!