Ketegangan Memanas, 10 Pesawat AS Latihan Mengebom Nuklir Rusia
Rabu, 24 November 2021 - 00:00 WIB
"Selama sebulan terakhir, sekitar 30 misi telah diterbangkan di dekat perbatasan federasi Rusia, sekitar dua setengah kali lebih banyak dari pada periode waktu yang sama tahun lalu," katanya, seperti dikutip Russia Today.
Shoigu menambahkan bahwa latihan Amerika baru-baru ini menggunakan nama kode Global Thunder. "Memperlihatkan sepuluh pesawat pengebom strategis mempraktikkan kemampuan mereka untuk menggunakan senjata nuklir melawan Rusia pada waktu yang hampir bersamaan dari barat dan timur. Jarak minimum dari perbatasan kami adalah 20 km," paparnya.
Pada saat yang sama,militer Rusia mengatakan bahwa hubungan antara Moskow dan Beijing menjadi semakin penting selama saat turbulensi geopolitik dan risiko konflik meningkat.
Komentar Shoigu datang di tengah meningkatnya ketegangan antara Rusia dengan NATO—aliansi militer pimpinan AS—atas Ukraina, di mana Kiev mengeklaim bahwa penumpukan pasukan Rusia di perbatasan bersama bisa menjadi awal dari invasi.
Moskow menyangkal bahwa pihaknya merencanakan invasi semacam itu. "Pergerakan beberapa peralatan militer atau unit tentara kami di seluruh wilayah Federasi Rusia adalah urusan kami secara eksklusif," kata Shoigu.
Shoigu menambahkan bahwa latihan Amerika baru-baru ini menggunakan nama kode Global Thunder. "Memperlihatkan sepuluh pesawat pengebom strategis mempraktikkan kemampuan mereka untuk menggunakan senjata nuklir melawan Rusia pada waktu yang hampir bersamaan dari barat dan timur. Jarak minimum dari perbatasan kami adalah 20 km," paparnya.
Pada saat yang sama,militer Rusia mengatakan bahwa hubungan antara Moskow dan Beijing menjadi semakin penting selama saat turbulensi geopolitik dan risiko konflik meningkat.
Komentar Shoigu datang di tengah meningkatnya ketegangan antara Rusia dengan NATO—aliansi militer pimpinan AS—atas Ukraina, di mana Kiev mengeklaim bahwa penumpukan pasukan Rusia di perbatasan bersama bisa menjadi awal dari invasi.
Moskow menyangkal bahwa pihaknya merencanakan invasi semacam itu. "Pergerakan beberapa peralatan militer atau unit tentara kami di seluruh wilayah Federasi Rusia adalah urusan kami secara eksklusif," kata Shoigu.
Lihat Juga :