Macron: Prancis Tidak Perlu Lockdown Orang yang Belum Divaksinasi
Jum'at, 19 November 2021 - 05:02 WIB
Presiden Prancis, Emmanuel Macron. FOTO/Reuters
PARIS - Prancis tidak perlu mengikuti negara-negara Eropa yang memberlakukan penguncian COVID-19 pada orang yang tidak divaksinasi, karena keberhasilannya dalam membatasi penyebaran virus. Demikian ditegaskan Presiden Prancis, Emmanuel Macron.
"Negara-negara yang mengunci orang yang tidak divaksinasi adalah mereka yang belum memberlakukan izin (kesehatan). Oleh karena itu, langkah ini tidak diperlukan di Prancis," kata Macron kepada surat kabar La Voix du Nord dalam sebuah wawancara yang diterbitkan pada Kamis (18/11/2021).
Baca: AS dan Prancis Bahas Pengerahan 100.000 Tentara Rusia di Dekat Ukraina
Sebelumnya pada hari itu, beberapa ratus orang memprotes di luar Kedutaan Besar Austria di Paris, menentang pembatasan Austria. Mereka khawatir Prancis mungkin akan memberlakukan kembali pembatasan yang bertujuan mengurangi peredaran virus.
Macron mengatakan, dia masih menunggu panduan dari otoritas kesehatan tentang apakah dosis ketiga harus diperpanjang untuk semua yang memenuhi syarat untuk vaksin.
“Tembakan booster saat ini tersedia untuk mereka yang berusia di atas 65 tahun dan lemah dan akan diperlukan untuk izin kesehatan yang valid untuk kelompok usia mulai Desember,” ujarnya. "Jika terbukti bahwa dosis ketiga efektif dan diperlukan untuk masyarakat luas, maka jelas kami akan memasukkannya ke dalam izin kesehatan," tambah Macron.
"Negara-negara yang mengunci orang yang tidak divaksinasi adalah mereka yang belum memberlakukan izin (kesehatan). Oleh karena itu, langkah ini tidak diperlukan di Prancis," kata Macron kepada surat kabar La Voix du Nord dalam sebuah wawancara yang diterbitkan pada Kamis (18/11/2021).
Baca: AS dan Prancis Bahas Pengerahan 100.000 Tentara Rusia di Dekat Ukraina
Sebelumnya pada hari itu, beberapa ratus orang memprotes di luar Kedutaan Besar Austria di Paris, menentang pembatasan Austria. Mereka khawatir Prancis mungkin akan memberlakukan kembali pembatasan yang bertujuan mengurangi peredaran virus.
Macron mengatakan, dia masih menunggu panduan dari otoritas kesehatan tentang apakah dosis ketiga harus diperpanjang untuk semua yang memenuhi syarat untuk vaksin.
“Tembakan booster saat ini tersedia untuk mereka yang berusia di atas 65 tahun dan lemah dan akan diperlukan untuk izin kesehatan yang valid untuk kelompok usia mulai Desember,” ujarnya. "Jika terbukti bahwa dosis ketiga efektif dan diperlukan untuk masyarakat luas, maka jelas kami akan memasukkannya ke dalam izin kesehatan," tambah Macron.
Lihat Juga :