Upacara Mengenang George Floyd Berjalan Damai, WNI dalam Kondisi Aman

Jum'at, 05 Juni 2020 - 19:15 WIB
Sementara adik Floyd, Philonese, menyatakan bahwa George Floyd telah menyentuh hati semua orang. Oleh sebab itu semua orang menginginkan keadilan untuk mendiang George Floyd.

Bersamaan dengan berlangsungnya memorial, ratusan massa berkumpul di tengah kota Minneapolis tempat terbunuhnya George Floyd, dengan meletakkan karangan bunga dan mengheningkan cipta. Tempat tersebut kini dianggap sebagai tempat sakral dengan pengunjung yang terus bertambah dari segala etnis, tidak saja untuk mengenang George Floyd, tetapi juga untuk saling berdialog, berduka, mengasihi, maupun membahas tentang harapan ke depan.

Rektor North Central University yang juga berkesempatan menyampaikan sambutan dalam acara tersebut menyampaikan rencana kampusnya untuk mendirikan sebuah program beasiswa bagi kaum muda, dalam rangka mengenang George Floyd. Program yang dinamakan George Floyd scholarship tersebut telah berhasil mengumpulkan dana US$ 53.000. Ia juga mengajak rektor-rektor dari perguruan tinggi lainnya untuk turut membuat program beasiswa serupa.

Tiga eks-polisi Minneapolis (selain Derek Chauvin), yang pada Rabu (3/6) telah didakwa membantu dan bersekongkol melakukan pembunuhan tingkat dua, pada hari Kamis (4/6) siang telah menjalani proses hearing penentuan jaminan penahanan di Pengadilan Hennepin County. Hakim menilai mereka berperan dalam kematian George Floyd dan menetapkan jaminan masing-masing US$ 1 juta, atau US$ 750.000 jika disertai sejumlah syarat. Jumlah tersebut sesuai dengan yang diajukan Jaksa Penuntut Umum. Sidang lanjutan dijadwalkan pada 29 Juni 2020.

Sementara dalam hal penegakan ketertiban pasca aksi unjuk rasa di Minnesota yang beberapa hari lalu berujung kerusuhan, Multi-Agency Command Center (MACC), mengumumkan bahwa aparat keamanan telah mengamankan sebanyak 624 orang sejak 31 Mei. MACC didirikan Department of Public Safety Minnesota untuk mengoordinir upaya-upaya pengamanan oleh aparat keamanan setempat dengan Garda National yang dikerahkan Gubernur Minnesota.

Anggota Dewan Kota Minneapolis diberitakan tengah mempertimbangkan tuntutan masyarakat untuk membubarkan kepolisian di Minneapolis akibat maraknya kasus kekerasan selama ini, dan menggantikannya dengan badan baru yang lebih berorientasi kepada komunitas, keamanan publik tanpa unsur kekerasan, serta memiliki kemampuan untuk melakukan outreach. Anggaran untuk kepolisian dalam hal ini diminta untuk dialihkan ke proram-program pencegahan kriminalitas, seperti program kepemilikan rumah terjangkau, konseling, dan program pencegahan kekerasan.

Asosiasi jaksa penuntut di Minnesota dalam pernyataannya menyampaikan dukungan agar Kantor Jaksa Agung Minnesota diperbolehkan menangani kasus kematian yang disebabkan tindak kekerasan oleh kepolisian. Asosiasi ini juga meminta dewan untuk menyediakan dana serta menyiapkan pengacara terbaik untuk menangani kasus-kasus penting. Secara khusus asosiasi juga menyampaikan simpati dan dukungannnya terhadap keluarga George Floyd.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!