Dipenjara Iran sejak 2018, Veteran Angkatan Laut AS Dibebaskan
Jum'at, 05 Juni 2020 - 01:38 WIB
"Saya dengan senang hati mengumumkan bahwa Veteran Angkatan Laut, Michael White, yang telah ditahan oleh Iran selama 683 hari, berada di pesawat Swiss yang baru saja meninggalkan wilayah udara Iran. Kami berharap dia akan segera pulang bersama keluarganya di Amerika," tulis Trump di Twitter seperti dikutip Reuters, Jumat (5/6/2020).
Pembebasan White adalah titik terang yang jarang terjadi dalam hubungan Amerika Serikat dan Iran yang tegang, yang telah tumbuh lebih bermusuhan satu sama lain sejak Trump menjabat pada tahun 2017. (Baca: Dibebaskan dari Penjara AS, Ilmuwan 'Mata-mata' Iran Pulang ke Negaranya )
Ditanya apakah pembebasan White bisa menjadi pembuka dalam hal hubungan AS-Iran, juru bicara Gedung Putih Hogan Gidley mengatakan kepada Fox News Channel, “Semoga begitu. Presiden telah membangun hubungan luar biasa dengan para pemimpin di seluruh dunia ini."
Hubungan AS-Iran mulai bermasalah sejak Revolusi Islam menggulingkan rezim Shah yang didukung AS pada tahun 1979 dan mengantar era pemerintahan teokratis. Ketegangan berkobar setelah Trump menarik diri dari kesepakatan nuklir Iran 2015 pada tahun 2018 dan menerapkan kembali sanksi AS yang telah melumpuhkan ekonomi negara itu.
Ketegangan meningkat setelah serangan pesawat tak berawak AS 3 Januari di Irak menewaskan Qassem Soleimani, jenderal top yang menjabat sebagai komandan Pasukan Quds Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran.
Pembebasan White adalah titik terang yang jarang terjadi dalam hubungan Amerika Serikat dan Iran yang tegang, yang telah tumbuh lebih bermusuhan satu sama lain sejak Trump menjabat pada tahun 2017. (Baca: Dibebaskan dari Penjara AS, Ilmuwan 'Mata-mata' Iran Pulang ke Negaranya )
Ditanya apakah pembebasan White bisa menjadi pembuka dalam hal hubungan AS-Iran, juru bicara Gedung Putih Hogan Gidley mengatakan kepada Fox News Channel, “Semoga begitu. Presiden telah membangun hubungan luar biasa dengan para pemimpin di seluruh dunia ini."
Hubungan AS-Iran mulai bermasalah sejak Revolusi Islam menggulingkan rezim Shah yang didukung AS pada tahun 1979 dan mengantar era pemerintahan teokratis. Ketegangan berkobar setelah Trump menarik diri dari kesepakatan nuklir Iran 2015 pada tahun 2018 dan menerapkan kembali sanksi AS yang telah melumpuhkan ekonomi negara itu.
Ketegangan meningkat setelah serangan pesawat tak berawak AS 3 Januari di Irak menewaskan Qassem Soleimani, jenderal top yang menjabat sebagai komandan Pasukan Quds Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran.
Lihat Juga :