Inilah Pemerkosa Wanita di Kereta yang Malah Ditonton Para Penumpang Lain

Kamis, 21 Oktober 2021 - 15:21 WIB
Ngoy mengaku bersalah pada 2017 atas tuduhan pelecehan seksual di Washington, D.C,. Pada saat itu, pengadilan menjatuhkan hukuman 120 hari penjara kepada Ngoy dan menempatkannya di tahanan imigrasi untuk dipindahkan.

Anehnya, seorang hakim imigrasi menghentikan pemindahannya pada Maret 2019 setelah dewan banding menemukan bahwa kejahatan seksnya bukanlah “kejahatan serius.” Yang harus dilakukan Ngoy hanyalah check in dengan pihak imigrasi secara berkala.

Sementara itu, polisi sedang menyelidiki para penumpang lain yang justru menonton dan merekam serangan Ngoy terhadap seorang penumpang wanita. Mereka tidak melakukan apa-apa untuk menolong korban.

Diperkirakan setidaknya 10 penumpang menyaksikan serangan itu.

Kepala Polisi SEPTA Thomas Nestel III mengatakan polisi yang menjelajahi video pengawasan atau CCTV mengatakan mereka semestinya menelepon 911. Namun, ternyata tidak melakukannya.

"Kami mengawasi untuk melihat apakah seseorang meletakkan telepon di telinga mereka yang menunjukkan bahwa mereka mungkin menelepon 911. Sebaliknya, apa yang kami lihat adalah orang-orang mengangkat telepon mereka seolah-olah mereka sedang merekam atau mengambil gambar," kata Nestel.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!