Negara ASEAN Berlomba Ciptakan Vaksin Covid-19
Rabu, 03 Juni 2020 - 07:05 WIB
Menteri Kesehatan Publik Thailand Anutin Charnvirakul mengatakan, sangat penting bagi semua pihak untuk mengembangkan vaksin. “Thailand memiliki sistem kesehatan yang baik dan pelayanan medis yang bagus. Itu akan mendapatkan perhatian dari wisatawan dan investor untuk membangun Thailand sebagai pusat kesehatan,” katanya.
Bagaimana dengan di Indonesia? Pada Mei silam Eijkman Institute for Molecular Biology melaksanakan persiapan untuk membuat vaksin Covid-19. Bahkan, Bio Farma diundang bergabung dalam apa yang disebut sebagai ”coalition for epidemic preparedness innovation”. Perusahaan biofarmasi China juga berkolaborasi dalam proyek tersebut. Bio Farma merupakan perusahaan vaksin terbesar di Asia Tenggara dan mampu memproduksi dua miliar dosis vaksin setiap tahunnya.
"Ilmuwan Indonesia berusaha menyiapkan vaksin dalam waktu 12 bulan," demikian laporan ASEAN Today. Indonesia juga mencari pendanaan penelitian vaksin tersebut untuk melakukan pengembangan lebih lanjut.
Vietnam juga tidak kalah maju dalam urusan vaksin. Negara itu telah menghilangkan polio pada 2000 dan tetanus pada 2005 dengan vaksinasi massal. Perusahaan vaksin milik Pemerintah Vietnam mampu memproduksi vaksin massal hanya dalam waktu enam bulan dengan mengadopsi teknologi Jepang. (Baca juga: New Normal Bisa Jadi Peluang Penyelamatan Ekonomi Nasional)
Vietnam juga sukses mengatasi Covid-19 dengan tidak adanya korban meninggal dunia di sana. Mereka pun dipuji Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan Pusat Kontrol Penyakit AS (CDC). Vietnam telah mendesain vaksin BCG dan mengujinya dalam pencegahan infeksi Covid-19. Vabiotech, perusahaan farmasi Vietnam, telah menguji coba vaksin dengan bekerja sama dengan Universitas Bristol, Inggris.
Bagaimana dengan di Indonesia? Pada Mei silam Eijkman Institute for Molecular Biology melaksanakan persiapan untuk membuat vaksin Covid-19. Bahkan, Bio Farma diundang bergabung dalam apa yang disebut sebagai ”coalition for epidemic preparedness innovation”. Perusahaan biofarmasi China juga berkolaborasi dalam proyek tersebut. Bio Farma merupakan perusahaan vaksin terbesar di Asia Tenggara dan mampu memproduksi dua miliar dosis vaksin setiap tahunnya.
"Ilmuwan Indonesia berusaha menyiapkan vaksin dalam waktu 12 bulan," demikian laporan ASEAN Today. Indonesia juga mencari pendanaan penelitian vaksin tersebut untuk melakukan pengembangan lebih lanjut.
Vietnam juga tidak kalah maju dalam urusan vaksin. Negara itu telah menghilangkan polio pada 2000 dan tetanus pada 2005 dengan vaksinasi massal. Perusahaan vaksin milik Pemerintah Vietnam mampu memproduksi vaksin massal hanya dalam waktu enam bulan dengan mengadopsi teknologi Jepang. (Baca juga: New Normal Bisa Jadi Peluang Penyelamatan Ekonomi Nasional)
Vietnam juga sukses mengatasi Covid-19 dengan tidak adanya korban meninggal dunia di sana. Mereka pun dipuji Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan Pusat Kontrol Penyakit AS (CDC). Vietnam telah mendesain vaksin BCG dan mengujinya dalam pencegahan infeksi Covid-19. Vabiotech, perusahaan farmasi Vietnam, telah menguji coba vaksin dengan bekerja sama dengan Universitas Bristol, Inggris.
Lihat Juga :