China Peringatkan AS akan Campakkan India, Australia, dan Jepang
Minggu, 26 September 2021 - 05:01 WIB
Peringatan China itu disuarakan di Global Times yang didukung negara, ketika para pemimpin "Quad" empat negara berkumpul di Washington DC.
Baca juga: Perang di Marib Menggila, 140 Pasukan Yaman dan Houthi Tewas
Pertemuan di Gedung Putih itu diselenggarakan Presiden AS Joe Biden dan dihadiri Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi, PM Jepang Yoshihide Suga, dan PM Australia Scott Morrison.
"Jika Jepang, India, dan Australia bertindak terlalu jauh dalam mengikuti strategi AS untuk menahan China, mereka akan menjadi umpan meriam karena China akan dengan tegas melindungi kepentingannya," ungkap para pengamat yang dikutip Global Times pada Sabtu (25/9/2021).
Kolom tersebut mengutip Profesor Universitas Fudan Lin Minwang yang mengatakan bahkan setelah menderita "kerugian besar" untuk kepentingannya di Afghanistan setelah pengambilalihan negara oleh Taliban, India telah "menelan pil pahit" tanpa mengeluh kepada AS.
Dalam editorial yang diterbitkan pada malam KTT Quad, Global Times juga memperingatkan negara-negara demokrasi Asia bahwa mereka dapat menerima pembalasan yang signifikan dari China jika mereka mengikuti AS "terlalu jauh" dalam menghadapi Beijing,
The Global Times memperingatkan Washington akan mengadopsi strategi "Asia versus Asia" dan mengadu negara-negara tertentu di kawasan itu dengan negara lain, sementara AS sendiri mundur dari "terlibat langsung" dalam urusan regional.
Baca juga: Perang di Marib Menggila, 140 Pasukan Yaman dan Houthi Tewas
Pertemuan di Gedung Putih itu diselenggarakan Presiden AS Joe Biden dan dihadiri Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi, PM Jepang Yoshihide Suga, dan PM Australia Scott Morrison.
"Jika Jepang, India, dan Australia bertindak terlalu jauh dalam mengikuti strategi AS untuk menahan China, mereka akan menjadi umpan meriam karena China akan dengan tegas melindungi kepentingannya," ungkap para pengamat yang dikutip Global Times pada Sabtu (25/9/2021).
Kolom tersebut mengutip Profesor Universitas Fudan Lin Minwang yang mengatakan bahkan setelah menderita "kerugian besar" untuk kepentingannya di Afghanistan setelah pengambilalihan negara oleh Taliban, India telah "menelan pil pahit" tanpa mengeluh kepada AS.
Dalam editorial yang diterbitkan pada malam KTT Quad, Global Times juga memperingatkan negara-negara demokrasi Asia bahwa mereka dapat menerima pembalasan yang signifikan dari China jika mereka mengikuti AS "terlalu jauh" dalam menghadapi Beijing,
The Global Times memperingatkan Washington akan mengadopsi strategi "Asia versus Asia" dan mengadu negara-negara tertentu di kawasan itu dengan negara lain, sementara AS sendiri mundur dari "terlibat langsung" dalam urusan regional.
Lihat Juga :