Pernah Ditangkap 2017, Pangeran Arab Saudi Rival MBS Kini Menghilang

Kamis, 12 Agustus 2021 - 11:45 WIB
"Hilangnya Faisal sangat memilukan terutama ketika dia sendirian di perkebunan Raja Abdullah. Dia sudah berurusan dengan depresi, masalah jantung, perceraian lagi, [dan masalah lain] yang tidak diketahui," imbuh sumber itu.

Baca juga: Menteri Zionis: Israel dan Arab Saudi Kerjasama Melawan Iran

Kedutaan Arab Saudi di Washington, DC, belum menanggapi permintaan Insider untuk memberikan komentar.

Banyak dari mereka yang dibebaskan dari Hotel Ritz-Carlton pada saat itu setuju untuk menyerahkan aset atau uang dalam jumlah besar ke istana dengan imbalan kebebasan mereka, termasuk Pangeran Faisal.

Meskipun demikian, alasan penahanan terakhirnya masih belum jelas.

Salah satu alasan yang masuk akal, kata sumber itu, adalah bahwa Faisal dianggap oleh bangsawan yang berkuasa dekat dengan Ahmed bin Abdulaziz, saudara laki-laki terakhir Raja Salman yang masih hidup.

Raja Salman sudah tua dan dalam kesehatan yang buruk, sedangkan MBS terindikasi ingin memastikan bahwa tidak ada perlawanan terhadap suksesi takhta ketika ayahnya meninggal.

Sebagai saudara raja, Ahmed pada prinsipnya merupakan pesaing takhta, meskipun pada kenyataannya dia tampaknya tidak memiliki kekuasaan pemerintahan yang nyata.

Ahmed ditahan pada 5 Maret 2020—tiga minggu sebelum Faisal—dan dituduh merencanakan kudeta dengan Mohammad bin Nayef, mantan putra mahkota yang digantikan MBS.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!