Dilantik Jadi Presiden, Raisi: Sanksi Terhadap Iran Harus Dicabut
Kamis, 05 Agustus 2021 - 23:16 WIB
Amerika Serikat (AS) dan Iran telah terlibat dalam pembicaraan tidak langsung di Wina, Austria sejak April lalu untuk menghidupkan kembali perjanjian nuklir 2015. Washington menarik diri dari kesepakatan itu di bawah mantan Presiden Donald Trump pada 2018 dan memberlakukan kembali sanksi yang telah melumpuhkan ekonomi Iran.
Baca juga: Presiden Baru Iran Bersumpah Bakal Cabut Sanksi 'Tirani' AS
Putaran terakhir pembicaraan berlangsung pada 20 Juni, dan belum jelas kapan pembicaraan akan dilanjutkan.
Raisi sebelumnya menyatakan bahwa, seperti Pemimpin Spiritual Tertinggi Iran Ali Khamenei, dia mendukung kesepakatan nuklir.
"Program nuklir Republik Islam benar-benar damai. Senjata (nuklir) tidak memiliki tempat dalam strategi pertahanan negara," ucap Raisi.
Baca juga: Presiden Baru Iran Bersumpah Bakal Cabut Sanksi 'Tirani' AS
Putaran terakhir pembicaraan berlangsung pada 20 Juni, dan belum jelas kapan pembicaraan akan dilanjutkan.
Raisi sebelumnya menyatakan bahwa, seperti Pemimpin Spiritual Tertinggi Iran Ali Khamenei, dia mendukung kesepakatan nuklir.
"Program nuklir Republik Islam benar-benar damai. Senjata (nuklir) tidak memiliki tempat dalam strategi pertahanan negara," ucap Raisi.
Lihat Juga :