Hamas Kutuk Status Pengamat Israel yang 'Mengejutkan' di Uni Afrika
Minggu, 25 Juli 2021 - 06:01 WIB
Wakil Kepala Hamas Moussa Abu Marzouk saat wawancara dengan Reuters di Kota Gaza, 17 Desember 2014. Foto/REUTERS
JALUR GAZA - Kelompok pejuang Palestina Hamas mengecam keputusan Uni Afrika (UA) memberikan Israel status pengamat di blok pan-Afrika itu.
"Keputusan ini meningkatkan legitimasi entitas (Israel) di tanah kami dan memberinya lebih banyak peluang melanjutkan rencananya menghapus hak-hak Palestina dan melanjutkan kejahatan brutalnya terhadap rakyat kami," tegas pernyataan Hamas.
Hamas meminta negara-negara Afrika yang katanya masih menderita akibat penindasan kolonialisme dan rasisme untuk "mengusir" Israel dari UA dan menamparnya dengan sanksi "sampai menyetujui kebenaran dan keadilan."
Baca juga: Netizen: Hanya di Inggris, ‘Spider Man’ Serang Pegawai dan Pembeli di Mal
"Keputusan ini meningkatkan legitimasi entitas (Israel) di tanah kami dan memberinya lebih banyak peluang melanjutkan rencananya menghapus hak-hak Palestina dan melanjutkan kejahatan brutalnya terhadap rakyat kami," tegas pernyataan Hamas.
Hamas meminta negara-negara Afrika yang katanya masih menderita akibat penindasan kolonialisme dan rasisme untuk "mengusir" Israel dari UA dan menamparnya dengan sanksi "sampai menyetujui kebenaran dan keadilan."
Baca juga: Netizen: Hanya di Inggris, ‘Spider Man’ Serang Pegawai dan Pembeli di Mal
Lihat Juga :