Prancis Desak Warganya Tinggalkan Afghanistan di Tengah Gelombang Serangan Taliban

Rabu, 14 Juli 2021 - 03:37 WIB
Pengumuman itu muncul saat Amerika Serikat (AS) memutuskan mengakhiri perang 20 tahun di Afghanistan lebih cepat dan dengan pasukan NATO lainnya telah pergi.

Pejuang Taliban sendiri terus melancarkan serangan dan mengambil kendali petak besar negara itu, melonjak melalui distrik demi distrik.

Komandan AS yang akan keluar memperingatkan bahwa meningkatnya kekerasan sangat merusak peluang Afghanistan untuk menemukan akhir yang damai dari perang selama beberapa dekade.

Baca juga: Taliban Peringatkan Turki Tidak Kirim Pasukan Penjaga Bandara Kabul
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!