Hakim Sebut AU AS Bertanggung Jawab atas Pembantaian di Gereja Texas

Kamis, 08 Juli 2021 - 19:54 WIB
Hakim memutuskan Angkatan Udara AS turut bertanggung jawab karena tidak memberikan informasi soal latar belakang pelaku penembakan kepada polisi dan FBI. Foto/REUTERS
WASHINGTON - Aksi seorang pria yang melakukan penembakan massal terburuk dalam sejarah negara bagian Texas, dapat dicegah jika Angkatan Udara Amerika Serikat (AS) telah menandai perilaku berbahaya pelaku sebelumnya. Hal itu adalah keputusan dari hakim federal di San Antonio, Xavier Rodriguez.

Rodriguez mengatakan bahwa Angkatan Udara turut bertanggung jawab atas aksi Devin Kelley melepaskan tembakan di dalam sebuah gereja di Texas Tenggara pada tahun 2017. Kelley adalah mantan anggota dari Angkatan Udara AS.



Dia memutuskan bahwa tidak ada orang lain, bahkan orang tua Kelly, yang tahu bahwa pelaku memiliki sejarah kekerasan di Angkatan Udara dan diberhentikan karena perilaku buruk pada tahun 2014. Baca juga: Akunnya Dicekal, Donald Trump Tuntut Twitter, Google dan Facebook

Angkatan Udara mengakui bahwa selama masa jabatan lima tahun Kelley, dia dihukum karena melakukan kekerasan dalam rumah tangga terhadap istrinya dan juga memecahkan tengkorak anak tirinya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!