Selamat dari Kecelakaan Pesawat Militer, Tentara Muslim Filipina: Semua karena Allah
Rabu, 07 Juli 2021 - 20:32 WIB
Optimismenya ternyata prematur. Ketika pesawat mendarat di Patikul, Sulu, pesawat itu melampaui landasan pacu dan menabrak lingkungan yang dipenuhi pepohonan di dekatnya. Untungnya bagi Sahibuddin, insting bertahan hidupnya muncul. Dia berhasil melompat dari pesawat tepat pada waktunya.
Ketika pertama kali mendengar kabar soal kecelakaan pesawat itu, putra Sahibuddin mengira ayahnya tidak punya kesempatan untuk menyelamatkan diri. Namun, saat mendapati kabar ayahnya berhasil selamat, dia juga tidak bisa berhenti mengucap syukur kepada Allah SWT.
Sementara itu, sebelumnya Kepala Staf Militer Filipina, Cirilito Sobejanamengatakan pihaknya akan mengirimkan kotak hitam pesawat itu ke Amerika Serikat (AS), untuk dibuka dan dianalisa oleh ahli di Washington.
"AS telah berkomitmen untuk membantu mengekstrak informasi dari data penerbangan dan perekam suara kokpit yang dapat menjelaskan insiden tragis yang menewaskan 53 orang di provinsi selatan Jolo," ucapnya.
Sobejana mengatakan Filipina tidak memiliki kemampuan seperti itu. Dia tidak memberikan jadwal kapan para ahli AS dapat menyelesaikan ekstraksi data. Baca juga: Tragedi Pesawat Militer Tewaskan 47 Orang, Filipina Perintahkan Penyelidikan
Ketika pertama kali mendengar kabar soal kecelakaan pesawat itu, putra Sahibuddin mengira ayahnya tidak punya kesempatan untuk menyelamatkan diri. Namun, saat mendapati kabar ayahnya berhasil selamat, dia juga tidak bisa berhenti mengucap syukur kepada Allah SWT.
Sementara itu, sebelumnya Kepala Staf Militer Filipina, Cirilito Sobejanamengatakan pihaknya akan mengirimkan kotak hitam pesawat itu ke Amerika Serikat (AS), untuk dibuka dan dianalisa oleh ahli di Washington.
"AS telah berkomitmen untuk membantu mengekstrak informasi dari data penerbangan dan perekam suara kokpit yang dapat menjelaskan insiden tragis yang menewaskan 53 orang di provinsi selatan Jolo," ucapnya.
Sobejana mengatakan Filipina tidak memiliki kemampuan seperti itu. Dia tidak memberikan jadwal kapan para ahli AS dapat menyelesaikan ekstraksi data. Baca juga: Tragedi Pesawat Militer Tewaskan 47 Orang, Filipina Perintahkan Penyelidikan
(ian)
Lihat Juga :