Kibarkan Bendera Hitam, Warga Malaysia Lawan Pemerintah yang Tak Becus Urus COVID-19
Rabu, 07 Juli 2021 - 07:42 WIB
"Untuk membunuh demokrasi negara. Untuk nyawa yang telah hilang di bawah pemerintahan ini. Untuk manajemen pandemi yang tidak efektif. Untuk perlakuan yang tidak setara... Hari ini, kita mengibarkan bendera hitam!," tulis pengguna akun Twitter @cenationgabriel.
Sebagian besar negara bagian di Malaysia berada di bawah lockdown penuh tanpa batas waktu, yang diberlakukan pada 1 Juni dan diperpanjang pada Senin, 28 Juni. Itu tidak akan dicabut sampai kasus baru harian COVID-19 turun di bawah 4.000.
Kasus harian COVID-19 terus-menerus melebihi angka 6.000. Pada Selasa (6/7/2021), negara itu mencatat 7.654 kasus baru, sehingga total secara nasional menjadi 792.693. Ada 103 kematian dan rekor 943 orang dalam perawatan intensif.
"Jika #BenderaHitam gagal dikendalikan, itu bisa tumbuh, menyebar, dan menyebabkan jatuhnya PN," kata analis politik Awang Azman Awang Pawi dari Universiti Malaya kepada The Straits Times.
"Dampak langsung dari kampanye ini adalah mempengaruhi kredibilitas pemerintah," katanya lagi.
Polisi telah meluncurkan penyelidikan terhadap gerakan tersebut karena diduga mengandung unsur hasutan.
Baca juga: Diktator Belarusia Lukashenko: Seluruh Dunia Berlutut pada Yahudi
Sebagian besar negara bagian di Malaysia berada di bawah lockdown penuh tanpa batas waktu, yang diberlakukan pada 1 Juni dan diperpanjang pada Senin, 28 Juni. Itu tidak akan dicabut sampai kasus baru harian COVID-19 turun di bawah 4.000.
Kasus harian COVID-19 terus-menerus melebihi angka 6.000. Pada Selasa (6/7/2021), negara itu mencatat 7.654 kasus baru, sehingga total secara nasional menjadi 792.693. Ada 103 kematian dan rekor 943 orang dalam perawatan intensif.
"Jika #BenderaHitam gagal dikendalikan, itu bisa tumbuh, menyebar, dan menyebabkan jatuhnya PN," kata analis politik Awang Azman Awang Pawi dari Universiti Malaya kepada The Straits Times.
"Dampak langsung dari kampanye ini adalah mempengaruhi kredibilitas pemerintah," katanya lagi.
Polisi telah meluncurkan penyelidikan terhadap gerakan tersebut karena diduga mengandung unsur hasutan.
Baca juga: Diktator Belarusia Lukashenko: Seluruh Dunia Berlutut pada Yahudi
Lihat Juga :