Para Tentara Wanita Ukraina Berbaris dengan High Heels Picu Kemarahan Publik
Senin, 05 Juli 2021 - 07:05 WIB
Pilihan alas kaki itu memicu kecaman kemarahan di media sosial dan di parlemen, dan menyebabkan tuduhan bahwa para tentara wanita telah diseksualisasi.
"Kisah parade dengan sepatu bertumit adalah aib yang nyata," kata komentator Vitaly Portnikov di Facebook.
Dia mengecam pejabat Ukraina karena memiliki pola pikir "abad pertengahan".
Komentator Maria Shapranova, menuduh Kementerian Pertahanan "seksisme dan misigonis".
“High heels adalah ejekan perempuan yang dipaksakan oleh industri kecantikan,” keluhnya.
Beberapa politisi muncul di parlemen dengan sepasang sepatu dan mendorong menteri pertahanan untuk mengenakan sepatu bertumit tinggi dalam parade.
“Sulit untuk membayangkan ide yang lebih bodoh dan berbahaya,” kata Inna Sovsun, seorang anggota partai Golos.
"Kisah parade dengan sepatu bertumit adalah aib yang nyata," kata komentator Vitaly Portnikov di Facebook.
Dia mengecam pejabat Ukraina karena memiliki pola pikir "abad pertengahan".
Komentator Maria Shapranova, menuduh Kementerian Pertahanan "seksisme dan misigonis".
“High heels adalah ejekan perempuan yang dipaksakan oleh industri kecantikan,” keluhnya.
Beberapa politisi muncul di parlemen dengan sepasang sepatu dan mendorong menteri pertahanan untuk mengenakan sepatu bertumit tinggi dalam parade.
“Sulit untuk membayangkan ide yang lebih bodoh dan berbahaya,” kata Inna Sovsun, seorang anggota partai Golos.
Lihat Juga :