Kepala Intelijen Mesir Diduga Terlibat Pembunuhan Khashoggi

Selasa, 22 Juni 2021 - 17:05 WIB
“Saya tentu saja mengangkat ini (pembebasan orang Amerika yang ditahan secara salah) dalam pertemuan saya hari ini, dan kami akan terus melakukannya sampai orang Amerika bersatu kembali dengan keluarga mereka,” kata Blinken.

Selama kampanye presiden tahun lalu, Joe Biden berjanji untuk lebih keras terhadap pemerintah el-Sissi atas pelanggaran hak asasi manusianya. Di antara tindakan lainnya, Mesir melakukan persidangan massal terhadap ratusan pembangkang yang memprotes kudeta el-Sissi di Lapangan Rabaa Kairo pada 2013, dengan 12 di antaranya kini menghadapi hukuman mati.

"Tidak ada lagi cek kosong untuk 'diktator favorit' Trump," tweet Biden Juli lalu.

Tetapi Whitson dan pembela hak asasi manusia lainnya mengatakan Biden telah gagal memenuhi janji itu, sama seperti saat dia gagal pada Februari lalu untuk menjatuhkan sanksi pada MBS atas pembunuhan Khashoggi meskipun telah berjanji untuk menjadikan Arab Saudi sebagai “paria” global.

Baca juga: AS Tak Hukum Putra Mahkota Arab Saudi soal Khashoggi, Ini Alasannya

"Fakta bahwa Kamel telah diundang ke Washington untuk pembicaraan dan pertemuan dengan anggota Kongres adalah tanda yang jelas," kata Whitson.

"Kunjungan Kamel ini pada dasarnya adalah putaran kemenangan bagi orang Mesir setelah apa yang mereka khawatirkan adalah Biden akan serius mengubah hubungan dengan Mesir,” ujarnya.

"Dan apa yang mereka pelajari adalah, dia tidak (melakukannya)," pungkasnya.
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!