COVID-19 Mengganas di India, 1.761 Meninggal dalam Semalam

Selasa, 20 April 2021 - 15:12 WIB
Bhramar Mukherjee, seorang profesor biostatistik dan epidemiologi di Universitas Michigan, mengatakan banyak bagian India berada dalam "penyangkalan data".

“Semuanya sangat berlumpur,” katanya. “Rasanya tidak ada yang memahami situasinya dengan sangat jelas, dan itu sangat menjengkelkan.”

Disengat oleh kritik bahwa pemerintah telah mengecewakan rakyatnya, Perdana Menteri Narendra Modi memerintahkan vaksinasi untuk siapa pun yang berusia di atas 18 tahun mulai 1 Mei.

Baca juga: Eks Jenderal Israel Akui Sulit Menghancurkan Program Nuklir Iran

Administrasi pemerintah mengatakan produsen vaksin harus memasok 50 persen dosis kepada pemerintah federal, dan sisanya ke pemerintah negara bagian dan ke pasar terbuka dengan harga yang telah diumumkan sebelumnya.

Menurut data pemerintah, sejauh ini sudah 108,5 juta orang yang telah menerima dosis pertama vaksin COVID-19. Angka itu sangat kecil dari 1,3 miliar penduduk India.

Pusat Pengendalian dan Perlindungan Penyakit Amerika Serikat mengatakan semua perjalanan harus dihindari ke negara itu, sementara Inggris mengatakan akan menambahkan India ke "daftar merah" perjalanannya.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!