Brasil Berduka, 4.000 Nyawa Melayang Akibat COVID-19 dalam 24 Jam

Rabu, 07 April 2021 - 10:42 WIB
Menurut lembaga kesehatan Fiocruz di sebagian besar negara bagian, pasien dengan COVID-19 menggunakan lebih dari 90% tempat tidur unit perawatan intensif meskipun jumlahnya telah stabil sejak seminggu terakhir.

Fiocruz mengatakan telah mendeteksi 92 varian virus Corona baru di negara itu, termasuk varian P.1, atau Brasil, yang menjadi perhatian karena dianggap jauh lebih menular daripada strain aslinya.

Varian tersebut diperkirakan telah muncul di negara bagian Amazonas pada November 2020, menyebar dengan cepat di ibu kota negara bagian Manaus, di mana ia menyumbang 73% kasus pada Januari 2021, menurut angka yang dianalisis oleh para peneliti di Brasil.

Varian ini telah dikaitkan dengan lonjakan infeksi dan kematian di sejumlah negara Amerika Selatan.

Baca juga: Pertama di Dunia, Qatar Terbang dengan Semua Penumpang dan Awak Divaksin

Beberapa negara bagian telah melaporkan kekurangan oksigen dan obat penenang. Namun terlepas dari situasi kritis, beberapa kota dan negara bagian telah melonggarkan langkah-langkah yang membatasi pergerakan orang.

"Faktanya adalah narasi anti-penguncian Presiden Jair Bolsonaro telah menang," ujar Miguel Lago, direktur eksekutif Institut Studi Kebijakan Kesehatan Brasil, yang menasihati pejabat kesehatan masyarakat, kepada Associated Press yang dinukil BBC, Rabu (7/4/2021).

"Walikota dan gubernur secara politik dilarang meningkatkan kebijakan jarak sosial karena mereka tahu pendukung presiden, termasuk para pemimpin bisnis, akan menyabotase itu," katanya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!