Massa di Mesir Tolak Penguburan Dokter Korban COVID-19
Senin, 13 April 2020 - 11:51 WIB
Juru bicara Kementerian Kesehatan, Khaled Megahed, mengatakan kepada penyiar MBC Masr bahwa jenazah orang-orang yang meninggal oleh COVID-19 harus dicuci dengan hati-hati dan dimasukkan ke dalam kantong mayat tertutup agar tidak menularkan infeksi.
Mesir, sebagaimana dikutip dari data worldometers pada Senin (13/4/2020) memiliki 2.065 kasus infeksi COVID-19 dengan 159 kematian. Sebanyak 589 pasien telah berhasil disembuhkan sejauh ini.
Komunitas dokter Mesir menyatakan sudah ada 43 dokter yang terjangkit COVID-19, termasuk tiga meninggal.
Negara Arab di benua Afrika ini telah memberlakukan jam malam, melarang pertemuan publik besar-besaran, dan menutup sekolah serta universitas dalam upaya untuk mengekang penyebaran virus corona baru.
Meski memberlakukan lockdown di beberapa desa setelah kasus-kasus COVID-19 terdeteksi, pemerintah menyatakan tidak akan mungkin untuk melakukan hal serupa untuk daerah metropolitan besar.
Mesir, sebagaimana dikutip dari data worldometers pada Senin (13/4/2020) memiliki 2.065 kasus infeksi COVID-19 dengan 159 kematian. Sebanyak 589 pasien telah berhasil disembuhkan sejauh ini.
Komunitas dokter Mesir menyatakan sudah ada 43 dokter yang terjangkit COVID-19, termasuk tiga meninggal.
Negara Arab di benua Afrika ini telah memberlakukan jam malam, melarang pertemuan publik besar-besaran, dan menutup sekolah serta universitas dalam upaya untuk mengekang penyebaran virus corona baru.
Meski memberlakukan lockdown di beberapa desa setelah kasus-kasus COVID-19 terdeteksi, pemerintah menyatakan tidak akan mungkin untuk melakukan hal serupa untuk daerah metropolitan besar.
(min)
Lihat Juga :