KBRI Jadikan Sekolah Indonesia sebagai Lokasi 'Berlindung' WNI di Myanmar
Selasa, 16 Maret 2021 - 14:40 WIB
Judha menyatakan telah melakukan komunikasi dengan Kedutaan Besar Indonesia di Yangon dan juga WNI di negara itu dan diketahui sejauh ini kondisi WNI masih aman. Foto/Kemlu RI
JAKARTA - Kementerian Luar Negeri Indonesia mengaku terus memantau situasi dan kondisi warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Myanmar. Situasi di Myanmar , seperti diketahui, belum membaik pasca kudeta 1 Februari.
Direktur Perlindungan Warga Negara dan Badan Hukum Indonesia (PWNI-BHI) Kementerian Luar Negeri Indonesia, Judha Nugraha menyatakan telah melakukan komunikasi dengan Kedutaan Besar Indonesia (KBRI) di Yangon dan juga WNI di negara itu. Dari komunikasi itu diketahui sejauh ini kondisi WNI masih aman.Baca juga: Bantai Demonstran dengan Peluru, AS: Militer Myanmar Tak Bermoral
"Kondisi WNI saat ini relatifaman. Ada beberapa aksi demo maupun penetapan martial law di lokasi tempat tinggal mereka, namun tidak ada serangan langsung yang ditujukan kepada para WNI," ujarnya pada Selasa (16/3/2021).
"Mempertimbangkan situasi terakhir, dipandang belum mendesak dilakukan evakuasi. Meskipun demikian, bagi WNI yg tdk memiliki keperluan esensial di Myanmar diimbau agar mempertimbangkan utk pulang ke Indonesia melalui penerbangan yang masih tersedia," sambungnya.
Direktur Perlindungan Warga Negara dan Badan Hukum Indonesia (PWNI-BHI) Kementerian Luar Negeri Indonesia, Judha Nugraha menyatakan telah melakukan komunikasi dengan Kedutaan Besar Indonesia (KBRI) di Yangon dan juga WNI di negara itu. Dari komunikasi itu diketahui sejauh ini kondisi WNI masih aman.Baca juga: Bantai Demonstran dengan Peluru, AS: Militer Myanmar Tak Bermoral
"Kondisi WNI saat ini relatifaman. Ada beberapa aksi demo maupun penetapan martial law di lokasi tempat tinggal mereka, namun tidak ada serangan langsung yang ditujukan kepada para WNI," ujarnya pada Selasa (16/3/2021).
"Mempertimbangkan situasi terakhir, dipandang belum mendesak dilakukan evakuasi. Meskipun demikian, bagi WNI yg tdk memiliki keperluan esensial di Myanmar diimbau agar mempertimbangkan utk pulang ke Indonesia melalui penerbangan yang masih tersedia," sambungnya.
Lihat Juga :