Biara Kristen Tertua di Dunia Ditemukan di Mesir
Senin, 15 Maret 2021 - 20:26 WIB
"Ini sangat menyenangkan dan mengasyikkan. Ini tampaknya menjadi biara Kristen paling awal di dunia," ucap arkeolog Victor Ghica, seperti dilansir Sputnik pada Senin (15/3/2021).
Bagian terakhir dari biara itu digali pada bulan Desember. Antara lain, dapur lengkap dengan oven dan meja ditemukan. Para peneliti menemukan lubang di tanah yang mereka yakini digunakan untuk menyimpan benda tajam dan toples tanah liat Mesir. Di tengahnya ada aula dengan sisa-sisa lemari pakaian.
"Ini seperti membobol rumah seseorang. Kami menemukan piring, peralatan masak di dalam oven, makanan terakhir mereka, sisa-sisa tulang ikan dan bulu hewan, toples biji-bijian. Semua ini mereka tinggalkan ketika mereka meninggalkan biara, mungkin pada tanggal lima atau keenam. abad," ungkap Ghica.
Dia menyebut, yang lebih mengherankan, para biarawan di biara tidak menjalani kehidupan yang sederhana. Penemuan menunjukkan bahwa mereka dikelilingi oleh barang-barang yang sangat eksklusif, seperti kaca dari Tunisia dan Aljazair saat ini.
"Penemuan ini mengubah pemahaman kita tentang Kekristenan awal. Sejak sekitar 350 M, ada komunitas biara yang mapan di ujung Kekaisaran Romawi, yang sangat awal," ujarnya.
Bagian terakhir dari biara itu digali pada bulan Desember. Antara lain, dapur lengkap dengan oven dan meja ditemukan. Para peneliti menemukan lubang di tanah yang mereka yakini digunakan untuk menyimpan benda tajam dan toples tanah liat Mesir. Di tengahnya ada aula dengan sisa-sisa lemari pakaian.
"Ini seperti membobol rumah seseorang. Kami menemukan piring, peralatan masak di dalam oven, makanan terakhir mereka, sisa-sisa tulang ikan dan bulu hewan, toples biji-bijian. Semua ini mereka tinggalkan ketika mereka meninggalkan biara, mungkin pada tanggal lima atau keenam. abad," ungkap Ghica.
Dia menyebut, yang lebih mengherankan, para biarawan di biara tidak menjalani kehidupan yang sederhana. Penemuan menunjukkan bahwa mereka dikelilingi oleh barang-barang yang sangat eksklusif, seperti kaca dari Tunisia dan Aljazair saat ini.
"Penemuan ini mengubah pemahaman kita tentang Kekristenan awal. Sejak sekitar 350 M, ada komunitas biara yang mapan di ujung Kekaisaran Romawi, yang sangat awal," ujarnya.
Lihat Juga :