Militer Myanmar Minta Bantuan Junta Thailand Soal Demokrasi

Rabu, 10 Februari 2021 - 22:43 WIB
Perdana Menteri Thailand, Prayut Chan-o-cha, mengatakan bahwa dia telah menerima surat dari pemimpin junta baru Myanmar yang meminta bantuan untuk mendukung demokrasi. Foto/REUTERS
BANGKOK - Perdana Menteri Thailand, Prayut Chan-o-cha, mengatakan bahwa dia telah menerima surat dari pemimpin junta baru Myanmar yang meminta bantuan untuk mendukung demokrasi. Prayut menduduki pucuk kekuasaan setelah melakukan kudeta terhadap pemerintahan Yingluck Shinawatra.

Prayut, yang berhasil melanjutkan masa jabatanya setelah menang dalam pemilihan umum pada tahun 2019 lalu mengatakan bahwa dia selalu mendukung demokrasi di negara tetangga.Baca juga: Jenderal Pengudeta Suu Kyi Muncul, Janjikan Pemilu Baru Myanmar



"Kami mendukung proses demokrasi di Myanmar, tapi yang terpenting saat ini adalah menjaga hubungan baik, karena berdampak pada masyarakat, ekonomi, perdagangan perbatasan, khususnya sekarang," kata Prayut.

"Thailand mendukung proses demokrasi. Selebihnya terserah dia bagaimana melanjutkannya," sambungnya dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Channel News Asia pada Rabu (10/2/2021).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!