WHO Putus Asa Lacak 'Pasien Nol', Pembawa Pertama Virus COVID-19
Sabtu, 16 Januari 2021 - 15:37 WIB
Sementara China sebagian besar berhasil dalam upayanya untuk menahan penyebaran virus dengan penguncian selama dua bulan yang diberlakukan di Wuhan pada awal pandemi, baru-baru ini negara itu justru melihat peningkatan dalam kasus baru.
China melaporkan 130 kasis infeksi baru pada hari Jumat kemarin. Namun, bagaimanapun, jumlah ini jauh dari angka yang terlihat di Amerika atau Eropa.
Baca juga: COVID-19 Kembali Muncul, Provinsi Berpenduduk 37 Juta di China Nyatakan Darurat
Lonjakan kasus global diyakini didorong oleh mutan baru dari virus Corona yang bisa dibilang jauh lebih menular.
"Varian virus COVID-19 yang baru secara khusus memerlukan upaya yang kuat dan cepat dalam penelitian, kolaborasi antara tim peneliti dan berbagi informasi,” ujar Profesor Didier Houssin, kepala Komite Darurat WHO, pada konferensi tersebut.
“Kita berada dalam perlombaan antara virus yang akan terus bermutasi agar lebih mudah menyebar dan manusia yang harus berusaha menghentikan penyebarannya,” imbuhnya.
China melaporkan 130 kasis infeksi baru pada hari Jumat kemarin. Namun, bagaimanapun, jumlah ini jauh dari angka yang terlihat di Amerika atau Eropa.
Baca juga: COVID-19 Kembali Muncul, Provinsi Berpenduduk 37 Juta di China Nyatakan Darurat
Lonjakan kasus global diyakini didorong oleh mutan baru dari virus Corona yang bisa dibilang jauh lebih menular.
"Varian virus COVID-19 yang baru secara khusus memerlukan upaya yang kuat dan cepat dalam penelitian, kolaborasi antara tim peneliti dan berbagi informasi,” ujar Profesor Didier Houssin, kepala Komite Darurat WHO, pada konferensi tersebut.
“Kita berada dalam perlombaan antara virus yang akan terus bermutasi agar lebih mudah menyebar dan manusia yang harus berusaha menghentikan penyebarannya,” imbuhnya.
Lihat Juga :