Hizbullah Gandakan Jumlah Rudal Presisi, Klaim Dapat Hantam Seluruh Israel

Senin, 28 Desember 2020 - 12:12 WIB
Pemimpin Hizbullah itu dianggap menjadi target Israel selama bertahun-tahun, dan beberapa pejabat mengejeknya karena tinggal di "bunker" dan hanya membuat penampilan publik yang sangat jarang. Serangan dengan menargetkan Nasrallah oleh Israel kemungkinan besar akan mengobarkan api ketegangan di wilayah tersebut. (Baca juga: Netanyahu: Normalisasi Negara Arab-Israel Wujudkan Nubuat Alkitab )

Ali Kamel Mohsen Jawad, seorang anggota kelompok Hizbullah tewas dalam serangan udaraa di Suriah pada Juli 2020. Hizbullah menuduh Israel sebagai pelakunya.

Dalam wawancara hari Minggu, Nasrallah mengatakan kelompoknya masih berniat untuk membalas kematian Ali Kamel Mohsen Jawad. Selain, itu, Hizbullah juga ingin membalaskan kematian jenderal top Iran, Qassem Soleimani, dan pentolan milisi Irak pro-Iran; Abu Mahdi Al-Muhandis, di Baghdad pada Januari lalu.

Dia menuduh bahwa operasi drone Israel di langit Lebanon mencerminkan "kebingungan", dan menambahkan bahwa Hizbullah memiliki senjata yang memadai untuk melawan pesawat tak berawak tersebut. Nasrallah mengklaim kelompoknya telah menembaki beberapa drone Israel pada beberapa kesempatan.

Awal bulan ini, Hizbullah mengklaim pesawat tak berawaknya sendiri telah berhasil memasuki wilayah udara Israel tanpa terdeteksi oleh Pasukan Pertahanan Israel (IDF) dan mengambil rekaman pangkalan militer yang diduga di Galilea Atas.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!