Hizbullah Gandakan Jumlah Rudal Presisi, Klaim Dapat Hantam Seluruh Israel
Senin, 28 Desember 2020 - 12:12 WIB
Pemimpin Hizbullah Lebanon, Hassan Nasrallah. Foto/Al-Manar
BEIRUT - Kelompok Hizbullah Lebanon telah menggandakan jumlah rudal presisi selama setahun terakhir. Klaim itu disampaikan pemimpin organisasi tersebut, Hassan Nasrallah.
Dalam wawancara dengan situs berita pro-Hezbollah; Al Mayadeen, yang diterbitkan hari Minggu, Nasrallah juga mengklaim kelompoknya yang didukung Iran telah memiliki kemampuan untuk secara akurat menyerang bagian mana pun dari Israel . (Baca: Heboh Video Menghina Lagu Indonesia Raya, Ini Respons Malaysia )
"Jumlah rudal presisi yang dimiliki (kelompok) perlawanan (Hizbullah) sekarang dua kali lipat dari tahun lalu," katanya. "Setiap target di seluruh wilayah pendudukan Palestina yang ingin kami pukul secara akurat, kami dapat mencapai dengan akurat," katanya lagi, yang dilansir Times of Israel, Senin (28/12/2020).
(Baca Juga : Godaan Membuka Hubungan Diplomasi dengan Israel )
Ketegangan di kawasan Timur Tengah memanas setelah pembunuhan ilmuwan nuklir terkemuka Iran, Mohsen Fakhrizadeh, baru-baru ini dalam serangan yang dikaitkan dengan Israel.
Channe 13 Israel pada bulan lalu melaporkan bahwa Nasrallah berlindung di tengah kekhawatiran bahwa dia mungkin masuk dalam daftar sasaran AS-Israel berikutnya setelah Fakhrizadeh. Laporan itu mengatakan Nasrallah tetap diam dan membatalkan "gerakan" apa pun setelah pembunuhan Fakhrizadeh.
Dalam wawancara dengan situs berita pro-Hezbollah; Al Mayadeen, yang diterbitkan hari Minggu, Nasrallah juga mengklaim kelompoknya yang didukung Iran telah memiliki kemampuan untuk secara akurat menyerang bagian mana pun dari Israel . (Baca: Heboh Video Menghina Lagu Indonesia Raya, Ini Respons Malaysia )
"Jumlah rudal presisi yang dimiliki (kelompok) perlawanan (Hizbullah) sekarang dua kali lipat dari tahun lalu," katanya. "Setiap target di seluruh wilayah pendudukan Palestina yang ingin kami pukul secara akurat, kami dapat mencapai dengan akurat," katanya lagi, yang dilansir Times of Israel, Senin (28/12/2020).
(Baca Juga : Godaan Membuka Hubungan Diplomasi dengan Israel )
Ketegangan di kawasan Timur Tengah memanas setelah pembunuhan ilmuwan nuklir terkemuka Iran, Mohsen Fakhrizadeh, baru-baru ini dalam serangan yang dikaitkan dengan Israel.
Channe 13 Israel pada bulan lalu melaporkan bahwa Nasrallah berlindung di tengah kekhawatiran bahwa dia mungkin masuk dalam daftar sasaran AS-Israel berikutnya setelah Fakhrizadeh. Laporan itu mengatakan Nasrallah tetap diam dan membatalkan "gerakan" apa pun setelah pembunuhan Fakhrizadeh.
Lihat Juga :