Analis: Kabinet Biden Bisa Jebak AS Dalam Perang Berkepanjangan
Minggu, 13 Desember 2020 - 23:05 WIB
Biden telah berulang kali berjanji untuk mengakhiri keterlibatan AS dalam "perang selamanya", seperti yang terjadi di Irak dan Afghanistan. Namun, para analis mengatakan, pemilihan kabinet pertamanya memperjelas bahwa dia mungkin jatuh ke dalam perangkap memicu jenis perang yang telah dia diskreditkan.
"Saya akan berdebat tentang Biden bersanding dengan Tony Blinken, yang mendukung perang Irak dan Jake Sullivan, penasihat Hillary, yang mendukung intervensi Libya, mengirimkan pesan sebaliknya bahwa dia sebenarnya tidak berkomitmen untuk mengakhiri 'perang selamanya' karena dia mengelilingi dirinya dengan orang-orang yang sama persis dengan yang memperjuangkan salah satu 'perang selamanya' ini," kata analis politik yang berbasis di Paris, Mariamne Everett.
Everett berpendapat bahwa penanganan yang buruk terhadap keluarnya AS dari Irak selama pemerintahan Obama menyebabkan lebih banyak kekacauan daripada pendudukan dan pemberontakan awal.
"Selain itu, Blinken tampak yakin untuk semakin memperkuat dukungan seumur hidupnya untuk Israel, membuatnya sangat tidak mungkin untuk mendapatkan kembali kepercayaan rakyat Palestina, yang telah hilang total oleh Presiden Donald Trump," ungkapnya, seperti dilansir Sputnik.
Akhirnya, papar Everett, selain mendukung mempersenjatai para ekstremis di Suriah, Blinken juga mendukung perang Irak, intervensi di Libya, dan kampanye Saudi di Yaman.
"Saya akan berdebat tentang Biden bersanding dengan Tony Blinken, yang mendukung perang Irak dan Jake Sullivan, penasihat Hillary, yang mendukung intervensi Libya, mengirimkan pesan sebaliknya bahwa dia sebenarnya tidak berkomitmen untuk mengakhiri 'perang selamanya' karena dia mengelilingi dirinya dengan orang-orang yang sama persis dengan yang memperjuangkan salah satu 'perang selamanya' ini," kata analis politik yang berbasis di Paris, Mariamne Everett.
Everett berpendapat bahwa penanganan yang buruk terhadap keluarnya AS dari Irak selama pemerintahan Obama menyebabkan lebih banyak kekacauan daripada pendudukan dan pemberontakan awal.
"Selain itu, Blinken tampak yakin untuk semakin memperkuat dukungan seumur hidupnya untuk Israel, membuatnya sangat tidak mungkin untuk mendapatkan kembali kepercayaan rakyat Palestina, yang telah hilang total oleh Presiden Donald Trump," ungkapnya, seperti dilansir Sputnik.
Akhirnya, papar Everett, selain mendukung mempersenjatai para ekstremis di Suriah, Blinken juga mendukung perang Irak, intervensi di Libya, dan kampanye Saudi di Yaman.
Lihat Juga :