Demonstran Armenia Serbu Gedung Pemerintah, Desak PM Mundur
Jum'at, 11 Desember 2020 - 17:11 WIB
Pada Sabtu, partai-partai oposisi di Armenia memberi waktu kepada Pashinyan hingga 8 Desember untuk mengundurkan diri. (Lihat Infografis: Pertama dalam Sejarah AS, Kapal Induk Nuklir Dipimpin Perempuan)
Kelompok oposisi memperingatkan dia akan terjadi pembangkangan sipil di penjuru negeri jika dia tidak mengundurkan diri. (Lihat Video: Akan Diperiksa, Kuasa Hukum: Kemungkinan Rizieq Belum Bisa Datang)
Hubungan antara bekas republik Soviet di Azerbaijan dan Armenia tegang sejak 1991, ketika militer Armenia menduduki Karabakh Atas, yang juga disebut Nagorno-Karabakh.
Pertempuran baru meletus pada 27 September. Tentara Armenia melancarkan serangan terhadap warga sipil dan pasukan Azerbaijan serta melanggar beberapa perjanjian gencatan senjata kemanusiaan.
Selama konflik 44 hari, Azerbaijan membebaskan beberapa kota dan hampir 300 permukiman dan desa dari pendudukan Armenia.
Kelompok oposisi memperingatkan dia akan terjadi pembangkangan sipil di penjuru negeri jika dia tidak mengundurkan diri. (Lihat Video: Akan Diperiksa, Kuasa Hukum: Kemungkinan Rizieq Belum Bisa Datang)
Hubungan antara bekas republik Soviet di Azerbaijan dan Armenia tegang sejak 1991, ketika militer Armenia menduduki Karabakh Atas, yang juga disebut Nagorno-Karabakh.
Pertempuran baru meletus pada 27 September. Tentara Armenia melancarkan serangan terhadap warga sipil dan pasukan Azerbaijan serta melanggar beberapa perjanjian gencatan senjata kemanusiaan.
Selama konflik 44 hari, Azerbaijan membebaskan beberapa kota dan hampir 300 permukiman dan desa dari pendudukan Armenia.
Lihat Juga :