Trump Minta Negara Bagian Batalkan Kemenangan Biden

Senin, 07 Desember 2020 - 11:09 WIB
Langkah Trump menghubungi Kem merupakan upaya terbarunya untuk mengintervensi hasil pemilu 2020. Kabar itu hanya beberapa jam sebelum Presiden Trump berkunjung ke Georgia untuk berkampanye untuk David Perdue dan Kelly Loeffler untuk maju pada perebutan kursi Senat pada Januari mendatang.

Pada awal pekan lalu Hall sudah mengatakan kepada CNN bahwa hukum Georgia memang melarang gubernur untuk mengintervensi pemilu. “Menteri negara bagian yang dipilih secara konstitusi juga memantau pemilu dan tidak bisa menjalankan perintah eksekutif,” kata Hall. Dia menegaskan, Kem akan selalu mengikuti hukum dan meminta menteri negara bagian melakukan langkah yang memiliki alasan.

Biden memang menang di negara bagian Georgia dengan selisih suara hanya 12.000. Dia menjadi kandidat Demokrat yang menang di sana dalam tiga dekade terakhir. Kem sudah menyertifikasi kemenangan Biden pada 20 November lalu setelah audit sekitar lima juta surat suara.

Trump pun berulang kali mengejek Kem karena tidak mau menuruti kehendaknya. Padahal, Kem memang dikenal sebagai pendukung Trump. Trump pernah menyebut Kem sebagai “orang bodoh” dan “pekerjaan gila” saat bercakap melalui telepon. Dalam wawancara dengan Fox News, Trump mengaku dirinya malu karena pernah mendukung Kemp. (Baca juga: Penanganan Terkini Kanker Usus Besar)

Kemp tidak menghadiri kampanye Trump di Valdosta, Georgia, pada Sabtu malam waktu setempat. Itu karena dia menghadiri kematian salah satu teman dekat keluarganya. Di Georgia, Trump kembali menegaskan diri bahwa dialah pemenang pemilu, menyerang kemp, dan mengatakan pemilihan Senat bisa saja dicurangi.

Itu merupakan penampilan Trump saat kampanye setelah dia dinyatakan kalah dari Biden. “Mereka membohongi dan mencuri pemilu presiden tetapi kita masih bisa memenangkannya. Mereka akan mencoba untuk mencuri pemilu ini (senat) ini,” kata Trump. Para pendukung Trump berteriak, “Kita mencintaimu!” dan “empat tahun lagi”.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!