Pakar Ungkap 'Kelemahan' Vaksin-vaksin Covid-19
Selasa, 24 November 2020 - 04:30 WIB
"Jadi, saat ini kami tahu bahwa itu akan melindungi dalam jangka pendek. Hal lain yang tidak kita ketahui adalah berapa ambang dari respon imun yang dibutuhkan untuk memberikan perlindungan," sambungnya.
Jika seseorang hanya membutuhkan sejumlah kecil misalnya antibodi penetral, ucapnya, maka kemungkinan akan memiliki durasi yang lebih lama. Karena, menurut Moore, jika orang memiliki antibodi tingkat tinggi yang akan berkurang seiring waktu, tetapi mereka tetap terlindungi.
"Jadi, jika hanya ada sedikit antibodi penetral yang ada, kami optimis bahwa vaksin akan memberikan perlindungan lebih lama. Tetapi, jika ambang perlindungan sangat tinggi; kemudian kita perlu menjaga tingkat antibodi tersebut ke tingkat yang sangat tinggi, yang berarti vaksin/perlindungannya mungkin turun lebih cepat dari yang kita inginkan," ungkapnya.
(Baca: Uji Klinis Vaksin Sinovac Rampung, BPOM: Aspek Mutunya Baik )
Moore mengatakan, pertanyaan besar kedua adalah bagian mana yang terbaik dari sistem kekebalan untuk melindungi dari infeksi, apakah itu antibodi, sel T atau kombinasi keduanya.
Jika seseorang hanya membutuhkan sejumlah kecil misalnya antibodi penetral, ucapnya, maka kemungkinan akan memiliki durasi yang lebih lama. Karena, menurut Moore, jika orang memiliki antibodi tingkat tinggi yang akan berkurang seiring waktu, tetapi mereka tetap terlindungi.
"Jadi, jika hanya ada sedikit antibodi penetral yang ada, kami optimis bahwa vaksin akan memberikan perlindungan lebih lama. Tetapi, jika ambang perlindungan sangat tinggi; kemudian kita perlu menjaga tingkat antibodi tersebut ke tingkat yang sangat tinggi, yang berarti vaksin/perlindungannya mungkin turun lebih cepat dari yang kita inginkan," ungkapnya.
(Baca: Uji Klinis Vaksin Sinovac Rampung, BPOM: Aspek Mutunya Baik )
Moore mengatakan, pertanyaan besar kedua adalah bagian mana yang terbaik dari sistem kekebalan untuk melindungi dari infeksi, apakah itu antibodi, sel T atau kombinasi keduanya.
Lihat Juga :