AS Keluar dari Perjanjian Open Skies dan Salahkan Rusia

Senin, 23 November 2020 - 05:54 WIB
Perjanjian Open Skies pertama kali dipertimbangkan oleh AS dan Uni Soviet pada tahun 1950-an sebagai cara yang mungkin untuk meningkatkan transparansi di sekitar pergerakan pasukan dan penyebaran senjata nuklir.

Perjanjian ini memungkinkan penandatangannya untuk melakukan sejumlah misi pengintaian udara yang saling menguntungkan di negara-negara yang menjadi pihak dalam kesepakatan itu, yang mencakup AS, Kanada, Rusia dan sebagian besar negara Eropa lainnya.

Pada bulan Mei, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo menuding Moskow melanggar pakta itu ketika dia mengumumkan negaranya akan berusaha untuk mengakhiri keterlibatannya dalam perjanjian tersebut. (Baca juga: Putin Sebut Sistem Pemilu AS Bermasalah )

Sebagai hasil dari keputusan itu, Amerika sekarang tidak lagi dapat mengoperasikan penerbangan pesawat mata-mata tanpa senjata di atas wilayah Rusia, atau di negara-negara penandatangan lainnya. Secara teori, mereka juga tidak akan dapat memperoleh manfaat dari intelijen yang diperoleh dari program tersebut.

Namun, ada kekhawatiran bahwa AS akan meminta foto udara Rusia diambil oleh anggota NATO lainnya, sementara melarang penerbangan serupa Rusia di atas instalasi militer AS.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!