Erdogan: Turki Berhak Terlibat Dalam Penyelesaian Konflik Nagorno-Karabakh
Minggu, 25 Oktober 2020 - 22:55 WIB
Erdogan menyatakan bahwa Ankara memiliki hak yang sama dengan Moskow untuk mengambil bagian dalam proses penyelesaian konflik Nagorno-Karabakh. Foto/REUTERS
ANKARA - Ankara memiliki hak yang sama dengan Moskow untuk mengambil bagian dalam proses penyelesaian konflik Nagorno-Karabakh . Hal itu diungkapkan Presiden Turki , Tayyip Erdogan.
"Turki memiliki hak yang sama untuk mengambil bagian dalam proses perdamaian di Karabakh, seperti Rusia," ucap Erdogan dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Tass pada Minggu (25/10/2020).
"Permintaan Azerbaijan cukup adil. Setelah Armenia mengundang Rusia (untuk mengambil bagian dalam penyelesaian damai), Azerbaijan menyarankan Turki untuk bergabung dengannya. Saya tidak mendengar reaksi negatif dari Rusia (tentang masalah itu)," sambungnya. ( Baca juga: Drone Indonesia Elang Hitam Akan Dipadu Amunisi Presisi Turki )
Seperti diketahui, Turki adalah pendukung kuat Azerbaijan dan telah berjanji mendukung Baku dengan sumber daya dalam konfik di Nagorno-Karabakh. Di sisi lain, Turki memiliki masalah dengan Yerevan, yang semuanya bermula saat Genosida Armenia yang dilakukan oleh pemerintah Ottoman antara tahun 1914 dan 1923.
"Turki memiliki hak yang sama untuk mengambil bagian dalam proses perdamaian di Karabakh, seperti Rusia," ucap Erdogan dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Tass pada Minggu (25/10/2020).
"Permintaan Azerbaijan cukup adil. Setelah Armenia mengundang Rusia (untuk mengambil bagian dalam penyelesaian damai), Azerbaijan menyarankan Turki untuk bergabung dengannya. Saya tidak mendengar reaksi negatif dari Rusia (tentang masalah itu)," sambungnya. ( Baca juga: Drone Indonesia Elang Hitam Akan Dipadu Amunisi Presisi Turki )
Seperti diketahui, Turki adalah pendukung kuat Azerbaijan dan telah berjanji mendukung Baku dengan sumber daya dalam konfik di Nagorno-Karabakh. Di sisi lain, Turki memiliki masalah dengan Yerevan, yang semuanya bermula saat Genosida Armenia yang dilakukan oleh pemerintah Ottoman antara tahun 1914 dan 1923.
Lihat Juga :