AS Butuh Rudal Nuklir Baru Biayanya Rp1.411 Triliun

Selasa, 20 Oktober 2020 - 09:06 WIB
Pemerintahan Donald Trump menegaskan komitmennya untuk menerjunkan generasi baru ICBM dalam tinjauan kebijakan nuklir 2018. (Baca: AS Marah karena Turki Jajal Sistem Rudal S-400 Rusia )

"Pasukan ICBM sangat dapat bertahan melawan apapun kecuali serangan nuklir skala besar," bunyi tinjauan tersebut. "Untuk menghancurkan ICBM AS di darat, musuh perlu meluncurkan serangan yang terkoordinasi secara tepat dengan ratusan hulu ledak berkekuatan tinggi dan akurat. Ini adalah tantangan yang tidak dapat diatasi bagi setiap musuh potensial saat ini, kecuali Rusia."

Armada saat ini yang terdiri dari 400 rudal Minuteman, masing-masing dipersenjatai dengan satu hulu ledak nuklir, berbasis di silo bawah tanah di Montana, North Dakota, Colorado, Wyoming dan Nebraska. Jumlah mereka diatur sebagian oleh perjanjian New START 2010 dengan Rusia, yang akan berakhir pada Februari 2021.

Rusia ingin memperpanjang perjanjian New START, tetapi pemerintahan Trump telah menetapkan persyaratan yang tidak diterima oleh Moskow. (Baca juga: China Tempatkan Rudal Canggih Dekat Taiwan, Dikhawatirkan Persiapan Perang )

AS juga sedang membangun armada baru kapal selam rudal balistik untuk menggantikan kapal selam strategis kelas Ohio saat ini; pembom baru berkemampuan nuklir jarak jauh untuk menggantikan pesawat siluman B-2; rudal jelajah nuklir generasi baru yang diluncurkan dari udara; dan sistem komando dan komunikasi nuklir baru. Tak hanya itu, Amerika juga sedang mengerjakan hulu ledak yang diperbarui, termasuk penggantian hulu ledak ICBM dengan perkiraan USD14,8 miliar.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!