Pembom H-6N China Terlihat Bawa Rudal Jelajah Hipersonik Misterius
Selasa, 20 Oktober 2020 - 06:22 WIB
“Saat ini, kemampuan serangan Angkatan Udara China dibatasi oleh pembomnya. Untuk pembom H-6, hanya varian H-6N yang mampu mengisi bahan bakar di udara, menghasilkan kelemahan jangkauan yang jelas. Ini mendorong Angkatan Udara untuk meningkatkan misilnya guna mengurangi masalah jangkauan," lanjut sumber militer.
Militer China belum berkomentar terkait penampakan rudal jelajah misterius yang dibawa pesawat pembom H-6N tersebut.
Sumber PLA lainnya mengatakan kepada media tersebut bahwa senjata itu dirancang untuk menutupi kekurangan rudal Changjian lainnya, yang relatif lambat, memiliki jangkauan yang lebih pendek dan kurang efektif dalam menembus perisai pertahanan.
"Rudal baru ini dapat menandingi senjata serupa lainnya yang sedang dikembangkan oleh Rusia atau pun Amerika Serikat. Tapi kami masih perlu meningkatkan pembom kami untuk mengeluarkan potensi penuhnya," katanya. (Baca juga: China Bantah Ancam Tahan Warga AS yang Kunjungi Taiwan )
Rusia memiliki rudal jelajah hipersonik yang diluncurkan dari udara, Kh-47M2 Kinzhal, dan India telah menguji rudal jelajah supersonik BrahMos yang ditenagai oleh ramjet, yang suatu hari dapat menghasilkan potensi hipersonik. Sedangkan misil AGM-183 Air-Launch milik Amerika Serikat telah diluncurkan.
Militer China belum berkomentar terkait penampakan rudal jelajah misterius yang dibawa pesawat pembom H-6N tersebut.
Sumber PLA lainnya mengatakan kepada media tersebut bahwa senjata itu dirancang untuk menutupi kekurangan rudal Changjian lainnya, yang relatif lambat, memiliki jangkauan yang lebih pendek dan kurang efektif dalam menembus perisai pertahanan.
"Rudal baru ini dapat menandingi senjata serupa lainnya yang sedang dikembangkan oleh Rusia atau pun Amerika Serikat. Tapi kami masih perlu meningkatkan pembom kami untuk mengeluarkan potensi penuhnya," katanya. (Baca juga: China Bantah Ancam Tahan Warga AS yang Kunjungi Taiwan )
Rusia memiliki rudal jelajah hipersonik yang diluncurkan dari udara, Kh-47M2 Kinzhal, dan India telah menguji rudal jelajah supersonik BrahMos yang ditenagai oleh ramjet, yang suatu hari dapat menghasilkan potensi hipersonik. Sedangkan misil AGM-183 Air-Launch milik Amerika Serikat telah diluncurkan.
Lihat Juga :