Lagi, Turki Disebut Tes S-400 Rusia terhadap Jet F-16 Buatan AS

Kamis, 08 Oktober 2020 - 06:41 WIB
Komponen sistem pertahanan rudal S-400 Rusia tiba dengan pesawat kargo di dekat Bandara Murted, Ankara, 27 Agustus 2019. Foto/Militer Turki/Kementerian Pertahanan Turki/Handout via REUTERS
WASHINGTON - Militer Turki dilaporkan menguji coba radar sistem pertahanan rudal S-400 buatan Rusia untuk mendeteksi jet tempur F-16 buatan Amerika Serikat (AS) yang diterbangkan negara-negara NATO. Laporan tersebut memicu dua Senator Amerika mendesak pemerintah Donald Trump untuk menjatuhkan sanksi terhadap Ankara.

"Kami menulis tentang laporan publik bahwa Turki telah mengaktifkan radar sistem anti-pesawat S-400 buatan Rusia, untuk mendeteksi jet tempur F-16 buatan AS yang kembali dari latihan Eunomia yang dilakukan oleh Prancis, Italia, Yunani, dan Siprus di akhir Agustus sebagai tanggapan atas agresi Turki yang tidak beralasan di Mediterania Timur," kata Senator Demokrat Chris Van Hollen dan Senator Republik James Lankford dalam sebuah surat kepada Menteri Luar Negeri AS Michael Pompeo. (Baca: Turki Bakal Dipasok Lagi Sistem Rudal S-400 Rusia, Senjata yang Bikin AS Marah )



Pada November 2019, Turki pernah menjadikan jet tempur F-16 yang diperoleh dari AS sebagai "kelinci percobaan" radar sistem rudal S-400 yang dibeli dari Rusia. Uji coba kala itu juga membuat Washington marah, namun pemerintah Trump tidak menjatuhkan sanksi pada pemerintah Recep Tayyip Erdogan.

"Mengingat informasi ini, kami sekali lagi mendesak Anda untuk menjatuhkan sanksi pada Turki sebagaimana diwajibkan oleh undang-undang," lanjut surat para Senator Amerika seperti dikutip dari Sputniknews, Kamis (8/10/2020). (Baca: Operasikan 2.500 Pesawat dan S-400 Rusia, AS Anggap China Ancaman Besar )
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!