Korsel Bantah Pasukannya Terobos Wilayah Korut untuk Cari Jasad Pejabatnya
Senin, 28 September 2020 - 10:54 WIB
Para pejabat di Seoul mengatakan, pejabat Korea Selatan yang berusia 47 tahun itu kemungkinan mencoba membelot sebelum pasukan Korea Utara di atas kapal menembaknya dan membakar tubuhnya. (Baca: Korut Tembak Mati Pejabat Korsel, Jasadnya Dibakar )
Kim Jong-un mengeluarkan permintaan maaf yang langka atas penembakan terhadap pejabat tersebut dalam pesan yang diterima oleh Presiden Korea Selatan Moon Jae-in pada hari Jumat pekan lalu.
Pesan itu mengatakan pasukan Korea Utara menembak pejabat itu karena dia berusaha melarikan diri setelah menolak menjawab pertanyaan. Menurut pesan tersebut, pasukan Korea Utara tidak dapat menemukan tubuh pejabat itu dan membakar benda yang dinaikinya sesuai dengan aturan pencegan virus corona.
Kantor Presiden Korea Selatan Moon Jae-in mengatakan Dewan Keamanan Nasional negaranya memandang permintaan maaf Kim Jong-un secara positif dan mengusulkan penyelidikan bersama dengan Korea Utara untuk mencari tahu apa yang terjadi pada pejabat itu. (Baca juga: Langka, Kim Jong-un Minta Maaf kepada Korsel )
Kim Jong-un saat ini sedang berjuang untuk mengatasi kesengsaraan ekonomi yang memburuk yang disebabkan oleh sanksi internasional yang dipimpin Amerika Serikat (AS) atas program nuklirnya dan pandemi yang memaksa negaranya untuk menutup perbatasannya dengan China, mitra dagang terbesar Korea Utara.
Kim Jong-un mengeluarkan permintaan maaf yang langka atas penembakan terhadap pejabat tersebut dalam pesan yang diterima oleh Presiden Korea Selatan Moon Jae-in pada hari Jumat pekan lalu.
Pesan itu mengatakan pasukan Korea Utara menembak pejabat itu karena dia berusaha melarikan diri setelah menolak menjawab pertanyaan. Menurut pesan tersebut, pasukan Korea Utara tidak dapat menemukan tubuh pejabat itu dan membakar benda yang dinaikinya sesuai dengan aturan pencegan virus corona.
Kantor Presiden Korea Selatan Moon Jae-in mengatakan Dewan Keamanan Nasional negaranya memandang permintaan maaf Kim Jong-un secara positif dan mengusulkan penyelidikan bersama dengan Korea Utara untuk mencari tahu apa yang terjadi pada pejabat itu. (Baca juga: Langka, Kim Jong-un Minta Maaf kepada Korsel )
Kim Jong-un saat ini sedang berjuang untuk mengatasi kesengsaraan ekonomi yang memburuk yang disebabkan oleh sanksi internasional yang dipimpin Amerika Serikat (AS) atas program nuklirnya dan pandemi yang memaksa negaranya untuk menutup perbatasannya dengan China, mitra dagang terbesar Korea Utara.
(min)
Lihat Juga :