Pertahanan Udara AS Kewalahan Hadapi Rudal-rudal Iran yang Kian Canggih

Selasa, 21 Juli 2026 - 17:32 WIB
Karena kedua negara tersebut terletak lebih jauh dari wilayah Iran, mereka dianggap relatif aman oleh pimpinan militer AS.

Daoud Kuttab, jurnalis dan kolumnis di Al-Monitor, juga mengatakan kepada RT bahwa, “Mungkin Amerika mengira mereka akan lebih aman di Yordania.” Namun, “tampaknya Iran tidak memiliki garis merah,” tambahnya.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump berulang kali mengklaim kemampuan rudal Iran telah sangat menurun akibat serangan udara Amerika selama beberapa bulan terakhir.

Pada bulan Juni, ia mengatakan kepada Kristen Welker di NBC News bahwa, “Sebagian besar pabrik drone [Iran] telah dihancurkan… dan sebagian besar area pembuatan rudal telah dihancurkan,” dengan persenjataan Teheran yang konon turun hingga 21% dari tingkat sebelum perang.

Pada hari Sabtu, Komando Pusat AS melaporkan dua anggota militer Amerika telah tewas, sementara satu lainnya masih belum ditemukan, setelah serangan rudal balistik dan drone kamikaze Iran terhadap instalasi militer di Yordania sehari sebelumnya. Kemudian dilaporkan 4 tentara AS tewas dalam serangan terbaru Iran.

Pada waktu yang hampir bersamaan, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengumumkan pasukannya telah menghancurkan setidaknya dua jet tempur AS dan tiga pesawat lainnya di pangkalan Amerika di Al-Azraq, Yordania.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!