Setelah 4 Bulan Tenang dan Nyaman, Arab Saudi Kembali Dibombardir Iran
Sabtu, 18 Juli 2026 - 14:34 WIB
Sirene peringatan juga diaktifkan di seluruh Bahrain untuk keempat kalinya dalam beberapa jam, dengan Kementerian Dalam Negeri mendesak warga untuk tetap tenang dan menuju ke tempat aman terdekat.
Sebelumnya pada hari Jumat, Mayor Jenderal Mohsen Rezaei, penasihat pemimpin tertinggi Iran, memperingatkan bahwa Teheran akan melampaui fase militer pencegahan dan memasuki fase "serangan dan penghancuran total" jika serangan AS tidak berhenti.
Teheran siap melanjutkan “operasi ofensif skala penuh” jika serangan terus berlanjut selama dua atau tiga hari lagi, katanya, menurut kantor berita Iran IRIB.
“Iran tidak akan lagi membatasi diri pada respons balasan yang setara… dan tidak ada perbatasan politik yang akan aman,” tambah Rezaei.
Rezaei mengatakan strategi perang dan negosiasi Washington telah mencapai jalan buntu dan intensitas serangan Iran akan meningkat dalam beberapa hari mendatang.
Serangan AS pada Kamis malam hingga Jumat menewaskan delapan orang di Iran, kata negara itu. IRGC kemudian melancarkan serangan terhadap aset militer AS di Bahrain, Kuwait, Oman, Qatar, Yordania, dan Suriah.
Pada hari Jumat, Kementerian Listrik, Air, dan Energi Terbarukan Kuwait mengumumkan bahwa Iran telah menyerang pembangkit listrik dan air, merusak sejumlah besar unit pembangkit listrik dan memicu kebakaran yang telah dipadamkan.
Warga dan penduduk telah diimbau untuk melakukan penghematan listrik sebagai akibatnya.
Negara-negara Teluk sangat bergantung pada pabrik desalinasi air, yang menyumbang 40 persen dari produksi air desalinasi global. Serangan terhadap fasilitas tersebut dapat menimbulkan konsekuensi kemanusiaan dan ekonomi yang dahsyat dalam hitungan hari.
Sebelumnya pada hari Jumat, Mayor Jenderal Mohsen Rezaei, penasihat pemimpin tertinggi Iran, memperingatkan bahwa Teheran akan melampaui fase militer pencegahan dan memasuki fase "serangan dan penghancuran total" jika serangan AS tidak berhenti.
Teheran siap melanjutkan “operasi ofensif skala penuh” jika serangan terus berlanjut selama dua atau tiga hari lagi, katanya, menurut kantor berita Iran IRIB.
“Iran tidak akan lagi membatasi diri pada respons balasan yang setara… dan tidak ada perbatasan politik yang akan aman,” tambah Rezaei.
Rezaei mengatakan strategi perang dan negosiasi Washington telah mencapai jalan buntu dan intensitas serangan Iran akan meningkat dalam beberapa hari mendatang.
Serangan AS pada Kamis malam hingga Jumat menewaskan delapan orang di Iran, kata negara itu. IRGC kemudian melancarkan serangan terhadap aset militer AS di Bahrain, Kuwait, Oman, Qatar, Yordania, dan Suriah.
Pada hari Jumat, Kementerian Listrik, Air, dan Energi Terbarukan Kuwait mengumumkan bahwa Iran telah menyerang pembangkit listrik dan air, merusak sejumlah besar unit pembangkit listrik dan memicu kebakaran yang telah dipadamkan.
Warga dan penduduk telah diimbau untuk melakukan penghematan listrik sebagai akibatnya.
Negara-negara Teluk sangat bergantung pada pabrik desalinasi air, yang menyumbang 40 persen dari produksi air desalinasi global. Serangan terhadap fasilitas tersebut dapat menimbulkan konsekuensi kemanusiaan dan ekonomi yang dahsyat dalam hitungan hari.
(ahm)
Lihat Juga :