AS Bombardir Iran Pagi Ini usai Trump Janji Serang Teheran Sangat Keras

Selasa, 14 Juli 2026 - 08:46 WIB
Trump secara resmi memberitahu Kongres bahwa AS telah melanjutkan konflik militer melawan Iran, menurut konfirmasi Gedung Putih kepada AFP. Langkah ini memberi Pentagon tambahan 60 hari untuk beroperasi di wilayah tersebut tanpa persetujuan Kongres.

Trump juga mengancam akan menghancurkan Gunung Pickaxe, situs nuklir yang terkubur dalam di dekat Natanz tempat Iran dicurigai sedang membangun fasilitas pengayaan uranium yang tidak diumumkan.

"Katakan pada Iran untuk bersiap. Beri tahu mereka bahwa kita akan datang (dan) tidak ada satu pun yang dapat mereka lakukan untuk mencegahnya," kata Trump kepada Hewitt.

CENTCOM, mengikuti perintah Trump, mengumumkan akan memberlakukan kembali blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran mulai pukul 20.00 GMT pada hari Selasa.

Dalam sebuah unggahan di Truth Social, Trump mengatakan Amerika Serikat akan dikenal sebagai penjaga Selat Hormuz dan mengenakan biaya 20 persen untuk semua kapal kargo yang lewat.

Meskipun pelabuhan-pelabuhan Iran akan kembali diblokade, Trump mengatakan, "Semua negara lain akan memiliki hak penggunaan selat yang adil dan terbuka."

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi segera mengejek ancaman biaya Trump, menulis di X: "@POTUS benar sekali bahwa siapa pun yang menjamin jalur aman harus diberi kompensasi—tetapi Teheran akan mengenakan biaya yang lebih rendah."

"20% tentu saja terlalu banyak," imbuh dia.

Washington dengan keras menentang keinginan Teheran untuk memungut biaya tol di selat tersebut, yang secara umum dilarang oleh hukum internasional.

Meskipun semua tanda menunjukkan sebaliknya, Trump mengatakan pada hari Senin bahwa kesepakatan dengan Teheran untuk mengakhiri perang Timur Tengah masih mungkin terjadi.

"Ya, saya pikir kesepakatan itu mungkin. Tentu saja," kata Trump kepada wartawan di Oval Office.

"Kami telah mencapai kesepakatan dengan mereka dua hari yang lalu dan kemudian mereka mengatakan 'Oh, kami tidak dapat membuat kesepakatan itu. Kami harus menegosiasikannya lebih lanjut'," paparnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!