Selat Hormuz Makin Tidak Aman, Harga Minyak Terus Melonjak

Senin, 13 Juli 2026 - 17:20 WIB
“Ketika dua pihak terlibat dalam konflik seperti ini, mereka akan berkomunikasi dengan berbagai cara, terkadang melalui mediator atau jalur belakang. Terkadang mereka akan melakukannya, misalnya, di medan perang,” kata Musgrave kepada Al Jazeera.

Saat ini keduanya mencoba mencari tahu di mana "garis merah" pihak lain berada, tambahnya.

“Iran telah mengatakan bahwa mereka harus memiliki kendali atas Selat Hormuz, tetapi apa artinya itu sebenarnya? Apakah mereka akan bersikeras pada pengenaan tol wajib? Apakah mereka akan mengizinkan Oman untuk memiliki hak yang sama atas perairan teritorialnya seperti yang mereka klaim untuk wilayah mereka sendiri?”

Tujuan Iran tampaknya telah berkembang selama konflik berlangsung, sementara tujuan AS "secara mengejutkan" menyusut, kata Musgrave.

“AS tidak lagi berbicara tentang perubahan rezim, tetapi orang-orang di Teheran mulai berbicara tentang sesuatu yang tampak seperti hegemoni atas Teluk Arab,” katanya.

Itu berarti akan sangat sulit untuk kembali ke diplomasi, kata Musgrave.

Sebelumnya, Wakil Presiden Komisi Eropa Kaja Kallas mengatakan para pejabat akan bertemu dengan negara-negara Teluk untuk membahas keamanan di kawasan tersebut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!