Bak Film Spionase, Mata-mata Italia Berkhianat dan Jual Rahasia NATO kepada Rusia
Minggu, 12 Juli 2026 - 13:32 WIB
Rekaman kamera pengawas menunjukkan mata-mata Italia dan Rusia melakukan pertemuan untuk transaksi informasi rahasia NATO. Foto/Ansa
ROMA - Potongan-potongan kertas kecil dipertukarkan dalam pertemuan rahasia di taman dan bar. Ponsel disembunyikan di dalam microwave, mungkin untuk mencegahnya membocorkan lokasinya. Kartu memori digital ditinggalkan di celah dinding jalan di Roma, dan amplop berisi uang diserahkan untuk rahasia negara yang bocor.
Pertukaran informasi ini tampak seperti plot film thriller spionase, tetapi teknik-teknik lama ini digunakan oleh mata-mata Italia, Gavino Raoul Piras (59), untuk membocorkan rahasia negara dan NATO kepada agen Rusia.
Baca Juga: Erdogan Beri Hadiah Pistol dengan Peluru Aktif kepada Para Pemimpin NATO, Ini Maksudnya
Mata-mata tersebut, yang sebenarnya telah lama pensiun dari dinas intelijen, menerima uang tunai 4.000 Euro—harga yang disepakati untuk setiap informasi yang sangat rahasia, sebagaimana dikutip The Times.
Piras ditangkap oleh pihak berwenang Italia pekan ini atas tuduhan menjadi mata-mata Rusia setelah dia terekam, dalam beberapa kesempatan selama bertahun-tahun, bertemu dengan seorang mata-mata Moskow. Dia bekerja sama dengan mantan rekannya yang lain, yang terungkap dari serangkaian komunikasi pribadi.
Menurut pihak berwenang Italia, mantan pejabat intelijen Italia itu tidak senang dengan 4.000 Euro yang diterimanya sebagai imbalan atas berkas-berkas rahasia yang diberikan kepada mata-mata Rusia.
Pertukaran informasi ini tampak seperti plot film thriller spionase, tetapi teknik-teknik lama ini digunakan oleh mata-mata Italia, Gavino Raoul Piras (59), untuk membocorkan rahasia negara dan NATO kepada agen Rusia.
Baca Juga: Erdogan Beri Hadiah Pistol dengan Peluru Aktif kepada Para Pemimpin NATO, Ini Maksudnya
Mata-mata tersebut, yang sebenarnya telah lama pensiun dari dinas intelijen, menerima uang tunai 4.000 Euro—harga yang disepakati untuk setiap informasi yang sangat rahasia, sebagaimana dikutip The Times.
Piras ditangkap oleh pihak berwenang Italia pekan ini atas tuduhan menjadi mata-mata Rusia setelah dia terekam, dalam beberapa kesempatan selama bertahun-tahun, bertemu dengan seorang mata-mata Moskow. Dia bekerja sama dengan mantan rekannya yang lain, yang terungkap dari serangkaian komunikasi pribadi.
Uang Imbalannya Tak Cukup
Menurut pihak berwenang Italia, mantan pejabat intelijen Italia itu tidak senang dengan 4.000 Euro yang diterimanya sebagai imbalan atas berkas-berkas rahasia yang diberikan kepada mata-mata Rusia.
Lihat Juga :