Aneh tapi Nyata, Gunung Berapi Ini Muntahkan Emas Setiap Hari
Minggu, 12 Juli 2026 - 10:11 WIB
Para ilmuwan, seperti dikutip The Times, memperkirakan Gunung Erebus mengeluarkan sekitar 80 gram emas setiap hari dalam bentuk partikel halus.
Jumlah itu memang tampak kecil. Namun jika dihitung selama setahun, gunung ini "menghamburkan" hampir 30 kilogram emas ke atmosfer. Nilainya bisa mencapai miliaran rupiah, tergantung harga emas dunia terkini.
Gunung Erebus merupakan gunung paling menonjol kedua di Antartika setelah Gunung Vinson, dan gunung berapi tertinggi kedua di Antartika setelah Gunung Sidley yang tidak aktif.
Gunung tersebut dinamai oleh Kapten James Clark Ross asal Inggris pada tahun 1841 untuk kapalnya, HMS Erebus. Gunung berapi ini telah aktif selama sekitar 1,3 juta tahun dan memiliki danau lava yang berumur panjang di kawah puncak bagian dalamnya yang telah ada setidaknya sejak awal tahun 1970-an. Pada 28 November 1979, penerbangan Air New Zealand Flight 901 jatuh di Gunung Erebus, menewaskan seluruh 257 orang di dalamnya.
Jika memuntahkan emas setiap hari, mengapa tidak ditambang? Jawabannya sama sederhananya: hampir mustahil.
Partikel emas itu begitu kecil sehingga langsung terbawa angin. Bahkan jejaknya pernah ditemukan hingga sekitar 1.000 kilometer dari kawah Gunung Erebus. Untuk mengumpulkan puluhan gram emas itu diperlukan operasi raksasa di salah satu tempat paling ekstrem di dunia, dengan biaya yang jauh melampaui nilai emas yang dapat diperoleh.
Dengan kata lain, Gunung Erebus memang menghasilkan emas, tetapi bukan emas yang bisa membuat siapa pun mendadak kaya.
Keunikan Gunung Erebus tidak berhenti pada emasnya. Gunung ini memiliki danau lava permanen, sesuatu yang sangat langka di dunia. Hanya segelintir gunung berapi yang mempertahankan kolam lava cair selama puluhan tahun tanpa membeku.
Jumlah itu memang tampak kecil. Namun jika dihitung selama setahun, gunung ini "menghamburkan" hampir 30 kilogram emas ke atmosfer. Nilainya bisa mencapai miliaran rupiah, tergantung harga emas dunia terkini.
Gunung Erebus merupakan gunung paling menonjol kedua di Antartika setelah Gunung Vinson, dan gunung berapi tertinggi kedua di Antartika setelah Gunung Sidley yang tidak aktif.
Gunung tersebut dinamai oleh Kapten James Clark Ross asal Inggris pada tahun 1841 untuk kapalnya, HMS Erebus. Gunung berapi ini telah aktif selama sekitar 1,3 juta tahun dan memiliki danau lava yang berumur panjang di kawah puncak bagian dalamnya yang telah ada setidaknya sejak awal tahun 1970-an. Pada 28 November 1979, penerbangan Air New Zealand Flight 901 jatuh di Gunung Erebus, menewaskan seluruh 257 orang di dalamnya.
Emas Hampir Mustahil Dipanen
Jika memuntahkan emas setiap hari, mengapa tidak ditambang? Jawabannya sama sederhananya: hampir mustahil.
Partikel emas itu begitu kecil sehingga langsung terbawa angin. Bahkan jejaknya pernah ditemukan hingga sekitar 1.000 kilometer dari kawah Gunung Erebus. Untuk mengumpulkan puluhan gram emas itu diperlukan operasi raksasa di salah satu tempat paling ekstrem di dunia, dengan biaya yang jauh melampaui nilai emas yang dapat diperoleh.
Dengan kata lain, Gunung Erebus memang menghasilkan emas, tetapi bukan emas yang bisa membuat siapa pun mendadak kaya.
Keunikan Gunung Erebus tidak berhenti pada emasnya. Gunung ini memiliki danau lava permanen, sesuatu yang sangat langka di dunia. Hanya segelintir gunung berapi yang mempertahankan kolam lava cair selama puluhan tahun tanpa membeku.
Lihat Juga :